"Resah Dera Jiwa", gubahan Burgerkill, mengisahkan tentang perjuangan melawan penderitaan yang menyiksa. Lagu ini mengekspresikan amarah terpendam dan ketidakberdayaan dari jiwa yang rapuh. Sang protagonis, didera rasa sakit yang tak tertahankan, mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupnya sebagai jalan keluar dari siksaan dan dosa yang menjeratnya. Namun, di tengah keputusasaan, sebuah cahaya pencerahan muncul menyerukan penyerahan kepada kekuatan yang lebih tinggi.
Resah Dera Jiwa Lyrics
Burgerkill
Wajah lusuh pendam derita
Kuteriak lepaskan amarah yang terbendung
Ku tak kuasa menahan siksaan yang menghimpit
Resah dera jiwa, pijak rapuh jiwaku
Bunuh diri akhiri hidup persetan siksa dan dosa
Dan terpikir olehku tuk akhiri hidup ini
Serahkan segalanya pada Yang Maha Kuasa
Resah dera jiwa, Pijak rapuh asa
Resah dera jiwa, Dalam kebisuanku ini
Dan sang murka pijak rapuh asa
Dan sang murka serang seluruh raga
Kuteriak lepaskan amarah yang terbendung
Ku tak kuasa menahan siksaan yang menghimpit
Resah dera jiwa, pijak rapuh jiwaku
Bunuh diri akhiri hidup persetan siksa dan dosa
Dan terpikir olehku tuk akhiri hidup ini
Serahkan segalanya pada Yang Maha Kuasa
Resah dera jiwa, Pijak rapuh asa
Resah dera jiwa, Dalam kebisuanku ini
Dan sang murka pijak rapuh asa
Dan sang murka serang seluruh raga