Dalam lagu "Hidup III", Ebiet G. Ade mengisahkan sebuah pencarian jiwa yang terombang-ambing. Penyanyi seolah tengah bersembunyi dari bayang-bayang dirinya sendiri, berusaha melepaskan diri dari genggaman takdir yang mencekik. Dengan sapuan lirik yang puitis, Ebiet menggambarkan kegelisahan dan dilema hidup, yang membuat tangannya gemetar dan jiwanya rapuh. Di antara hasrat dan beban, ia berusaha menemukan keseimbangan, sementara denyut jantungnya berdebar tak menentu, mengisyaratkan sebuah akhir yang tak terhindarkan.
Hidup III Lyrics
Ebiet G. Ade
Sekarang aku tengah tengadah ke langit
Berjalan di atas bintang-bintang
Bersembunyi dari bayangku sendiri
Yang sengaja kutinggalkan di atas bukit
Barangkali tanganMu tak kan lagi mengejarku
Untuk merenggut segenap hidupku
Aku yang sembunyi di bawah kulitku sendiri
Kapan lagi akan mampu berdiri
Lihatlah kedua belah tanganku
Yang kini nampak mulai gementar
Sebab ada yang tak seimbang
Antara hasrat dan beban
Atau kerna jiwaku yang kini mulai rapuh
Gampang digoncangkan angin
Lihatlah bilik di jantungku
Denyutnya tak rapi lagi
Seperti akan segera terhenti
Kemudian sepi dan mati
Berjalan di atas bintang-bintang
Bersembunyi dari bayangku sendiri
Yang sengaja kutinggalkan di atas bukit
Barangkali tanganMu tak kan lagi mengejarku
Untuk merenggut segenap hidupku
Aku yang sembunyi di bawah kulitku sendiri
Kapan lagi akan mampu berdiri
Lihatlah kedua belah tanganku
Yang kini nampak mulai gementar
Sebab ada yang tak seimbang
Antara hasrat dan beban
Atau kerna jiwaku yang kini mulai rapuh
Gampang digoncangkan angin
Lihatlah bilik di jantungku
Denyutnya tak rapi lagi
Seperti akan segera terhenti
Kemudian sepi dan mati