"Biarlah Aku Mengalah" adalah lagu yang dibawakan oleh Happy Asmara, yang menceritakan kisah pilu seorang gadis yang harus merelakan kekasihnya menikah dengan pilihan orang tuanya. Melalui liriknya yang emosional, lagu ini mengekspresikan kesedihan mendalam dan perjuangan untuk menerima kenyataan pahit bahwa cinta yang dimilikinya tidak berbalas. Dengan alunan musik yang menyayat hati, "Biarlah Aku Mengalah" telah menjadi salah satu lagu favorit para penikmat musik dangdut yang relate dengan tema cinta tak sampai.
Biarlah Aku Mengalah Lyrics
Happy Asmara
Siang itu surya membelai bumi
Ku terima sebuah undangan
Ku buka dan ku baca sampul berwarna merah
Ada namamu, berlinang air mata
Ku relakan melepas dirimu
Walau sakit aku harus terima
Mungkin sudah nasib aku gadis yang malang
Ditinggal kekasih, kini sendiri lagi
Ku harap kau bahagia dengan gadis pilihan orangtuamu
iarlah ku mengalah demi keutuhan engkau dan dia
Walau hati ini luka
Sendiri lagi, sendiri lagi, tanpa dirimu di sisiku
Sendiri lagi, sendiri lagi, ku coba untuk melupakanmu
Sudah suratan harus begini, oh tuhan tabahkanlah hati ini
Ku harap kau bahagia dengan gadis pilihan orangtuamu
Biarlah ku mengalah demi keutuhan engkau dan dia
Walau hati ini luka
Sendiri lagi, sendiri lagi, tanpa dirimu di sisiku
Sendiri lagi, sendiri lagi, ku coba untuk melupakanmu
Sudah suratan harus begini, oh tuhan tabahkanlah hati ini
Ku terima sebuah undangan
Ku buka dan ku baca sampul berwarna merah
Ada namamu, berlinang air mata
Ku relakan melepas dirimu
Walau sakit aku harus terima
Mungkin sudah nasib aku gadis yang malang
Ditinggal kekasih, kini sendiri lagi
Ku harap kau bahagia dengan gadis pilihan orangtuamu
iarlah ku mengalah demi keutuhan engkau dan dia
Walau hati ini luka
Sendiri lagi, sendiri lagi, tanpa dirimu di sisiku
Sendiri lagi, sendiri lagi, ku coba untuk melupakanmu
Sudah suratan harus begini, oh tuhan tabahkanlah hati ini
Ku harap kau bahagia dengan gadis pilihan orangtuamu
Biarlah ku mengalah demi keutuhan engkau dan dia
Walau hati ini luka
Sendiri lagi, sendiri lagi, tanpa dirimu di sisiku
Sendiri lagi, sendiri lagi, ku coba untuk melupakanmu
Sudah suratan harus begini, oh tuhan tabahkanlah hati ini