"Dua Cinta", sebuah mahakarya yang dibawakan oleh Happy Asmara, mengisahkan sebuah pengakuan bernada penyesalan. Sang penyanyi mengungkapkan penyesalannya atas pilihan yang telah dibuat, yang menyebabkan terbaginya cinta dan berujung pada kesedihan mendalam. Lirik lagu ini mengalir dengan melodi yang indah dan menyentuh, mengungkapkan rasa bersalah dan penyesalan yang menghantui hati sang penyanyi.
Dua Cinta Lyrics
Happy Asmara
Maaf jika aku mendua
Dan kini semua milik air mata
Ho-oo, ho-oo
Di hati ini s'lalu kuratapi
Betapa ku salah menjalani
Mengapa terjadi kisah pahit kualami?
Asmara terjadi dan berujung penyesalan hati
Sonata (ja, ja, ja, ja)
Satu cinta terbagi dua (e, e, yak, jos)
Sampai kapan ku bersandiwara?
Maaf jika aku mendua
Dan kini semua milik air mata
Ada gantengnya Sonata
Ada manisnya Sonata
Ambon manise Sonata (ini ada cantiknya Sonata)
Melodi Handal Indonesia
Sang dindi Sonata
Happy, coy (hok, hok e)
Di hati ini s'lalu kuratapi
Betapa ku salah menjalani
Mengapa terjadi kisah pahit kualami? (Hek a)
Asmara terjadi dan berujung penyesalan hati
Sonata
Satu cinta terbagi dua
Sampai kapan ku bersandiwara? (Hak e, hak e, jos)
Maaf jika aku mendua
Dan kini semua milik air mata
Satu cinta terbagi dua
Sampai kapan ku bersandiwara? (Yak, jos)
Oh-oh, oh-ooh
Maaf jika aku mendua (ey)
Dan kini semua milik air mata (hok a, hok a, hok a, hok a)
Dan kini semua milik air mata (ja, ja, ja)
Sonata, t'rima kasih
Dan kini semua milik air mata
Ho-oo, ho-oo
Di hati ini s'lalu kuratapi
Betapa ku salah menjalani
Mengapa terjadi kisah pahit kualami?
Asmara terjadi dan berujung penyesalan hati
Sonata (ja, ja, ja, ja)
Satu cinta terbagi dua (e, e, yak, jos)
Sampai kapan ku bersandiwara?
Maaf jika aku mendua
Dan kini semua milik air mata
Ada gantengnya Sonata
Ada manisnya Sonata
Ambon manise Sonata (ini ada cantiknya Sonata)
Melodi Handal Indonesia
Sang dindi Sonata
Happy, coy (hok, hok e)
Di hati ini s'lalu kuratapi
Betapa ku salah menjalani
Mengapa terjadi kisah pahit kualami? (Hek a)
Asmara terjadi dan berujung penyesalan hati
Sonata
Satu cinta terbagi dua
Sampai kapan ku bersandiwara? (Hak e, hak e, jos)
Maaf jika aku mendua
Dan kini semua milik air mata
Satu cinta terbagi dua
Sampai kapan ku bersandiwara? (Yak, jos)
Oh-oh, oh-ooh
Maaf jika aku mendua (ey)
Dan kini semua milik air mata (hok a, hok a, hok a, hok a)
Dan kini semua milik air mata (ja, ja, ja)
Sonata, t'rima kasih