"Menjaga Jodoh Orang" adalah sebuah lagu bertema patah hati yang dibawakan oleh penyanyi dangdut Happy Asmara. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang menaruh hati pada seorang kekasih yang ternyata menikah dengan orang lain. Dengan lirik yang menyayat hati, lagu ini menggambarkan perasaan sakit hati dan pengkhianatan yang dialami sang protagonis.
Menjaga Jodoh Orang Lyrics
Happy Asmara
Kamu pacaran denganku
Tapi nikah dengan dia
Berjanji bertemu di pelaminan
Nyatanya ku hanya jadi tamu undangan
Dulu aku kau panggil sayang
Sekarang ku hanya jadi mantan
Berjanji tuk sehidup semati
Nyatanya kamu hidup aku yang mati
Kau kirimkan undangan yang bertulis namamu
Tak habis pikirku, kau terima lamaran dia
Baru kini ku sadari ternyata selama ini
Yang ku sayang, yang ku jaga, ternyata jodohnya orang lain
Dulu aku kau panggil sayang
Sekarang ku hanya jadi mantan
Berjanji tuk sehidup semati
Nyatanya kamu hidup aku yang mati
Ku hadiri pernikahanmu, memenuhi undanganmu
Berlinang air mataku saat ku jabat tanganmu
Maafkan aku sayangku, ku tak bisa apa-apa
Karena ini semua kehendak orang tuaku
Kau kirimkan undangan yang bertulis namamu
Tak habis pikirku, kau terima lamaran dia
Baru kini ku sadari yang ku sayang
Yang ku jaga ternyata jodohnya orang
Berjanji tuk sehidup semati
Nyatanya kamu hidup aku yang mati
Tapi nikah dengan dia
Berjanji bertemu di pelaminan
Nyatanya ku hanya jadi tamu undangan
Dulu aku kau panggil sayang
Sekarang ku hanya jadi mantan
Berjanji tuk sehidup semati
Nyatanya kamu hidup aku yang mati
Kau kirimkan undangan yang bertulis namamu
Tak habis pikirku, kau terima lamaran dia
Baru kini ku sadari ternyata selama ini
Yang ku sayang, yang ku jaga, ternyata jodohnya orang lain
Dulu aku kau panggil sayang
Sekarang ku hanya jadi mantan
Berjanji tuk sehidup semati
Nyatanya kamu hidup aku yang mati
Ku hadiri pernikahanmu, memenuhi undanganmu
Berlinang air mataku saat ku jabat tanganmu
Maafkan aku sayangku, ku tak bisa apa-apa
Karena ini semua kehendak orang tuaku
Kau kirimkan undangan yang bertulis namamu
Tak habis pikirku, kau terima lamaran dia
Baru kini ku sadari yang ku sayang
Yang ku jaga ternyata jodohnya orang
Berjanji tuk sehidup semati
Nyatanya kamu hidup aku yang mati