Selamat datang di halaman lirik lagu "Tiada Guna". Lagu yang dibawakan oleh Inul Daratista ini merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang kekecewaan dan sakit hati yang mendalam akibat cinta.
Lirik lagu ini menggambarkan perasaan seorang yang telah lama menderita karena cinta yang pahit. Lirik-liriknya yang menyayat hati akan menggugah emosi siapa pun yang mendengarkannya.
Silakan menikmati lirik lagu "Tiada Guna" dan semoga karya ini dapat menemani Anda dalam mengarungi perjalanan hidup yang penuh dengan suka dan duka.
Tiada Guna Lyrics
Inul Daratista
tiada mungkin kan bersemi
tiada mungkin kan berbunga
walau engkau sirami sudah tiada berarti
oh telah lama mati
tiada guna rayuanmu
tiada guna cumbuanmu
hati telah membeku tak seperti dahulu
jangan kau merayuku
jangan kau ucapkan cinta, ku tak mau mendengarnya
aku sudah tak percaya akan adanya cinta
cinta bagiku empedu, pahit meresap ke tubuh
bagai tersayat sembilu, perih ke dalam kalbu
sampai kini belum sirna
sakit hati karena cinta seorang pemuda
tiada mungkin kan bersemi
tiada mungkin kan berbunga
walau engkau sirami sudah tiada berarti
oh telah lama mati
jangan kau ucapkan cinta, ku tak mau mendengarnya
aku sudah tak percaya akan adanya cinta
cinta bagiku empedu, pahit meresap ke tubuh
bagai tersayat sembilu, perih ke dalam kalbu
sampai kini belum sirna
sakit hati karena cinta seorang pemuda
tiada mungkin kan bersemi
tiada mungkin kan berbunga
walau engkau sirami sudah tiada berarti
oh telah lama mati
tiada mungkin kan berbunga
walau engkau sirami sudah tiada berarti
oh telah lama mati
tiada guna rayuanmu
tiada guna cumbuanmu
hati telah membeku tak seperti dahulu
jangan kau merayuku
jangan kau ucapkan cinta, ku tak mau mendengarnya
aku sudah tak percaya akan adanya cinta
cinta bagiku empedu, pahit meresap ke tubuh
bagai tersayat sembilu, perih ke dalam kalbu
sampai kini belum sirna
sakit hati karena cinta seorang pemuda
tiada mungkin kan bersemi
tiada mungkin kan berbunga
walau engkau sirami sudah tiada berarti
oh telah lama mati
jangan kau ucapkan cinta, ku tak mau mendengarnya
aku sudah tak percaya akan adanya cinta
cinta bagiku empedu, pahit meresap ke tubuh
bagai tersayat sembilu, perih ke dalam kalbu
sampai kini belum sirna
sakit hati karena cinta seorang pemuda
tiada mungkin kan bersemi
tiada mungkin kan berbunga
walau engkau sirami sudah tiada berarti
oh telah lama mati