"Cemburu", sebuah mahakarya musik dari Iwan Fals, mengeksplorasi kekecewaan dan harapan manusia dalam menghadapi kesulitan hidup. Liriknya yang mendalam dan penuh emosi mengungkap rasa frustrasi atas ketidakadilan dan penderitaan yang merajalela. Lagu ini mempertanyakan peran otoritas dan janji yang tidak ditepati, sekaligus menyuarakan kerinduan akan kebahagiaan dan rasa syukur sejati. Dengan penggunaan metafora yang kuat, "Cemburu" melukiskan gambaran yang hidup tentang perjuangan manusia untuk menemukan makna dan kepuasan dalam dunia yang serba tidak pasti.
Cemburu Lyrics
Iwan Fals
Setiap orang berharap hidupnya lebih baik
Dari hari ke hari dari waktu ke waktu
Setiap orang tak ingin hidupnya menderita
Tentu saja ingin bahagia tak ingin terhina
Tapi mengapa
Begitu banyak yang tak baik
Hidupnya susah
Terlunta lunta jiwa dan raganya
Ada kamu yang mengatur ini semua
Tapi rasanya percuma
Ada juga yang janjikan indahnya surga
Tapi neraka terasa
Ingin bersyukur
Tapi tak semudah tutur
Canggung jalani hidup
Yang terasa hanya kewajiban saja
Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak
Di meja judi mempertaruhkan sepenggal waktu
Setengah mabuk mencoba mencuri nasib
Sebentar menang sebentar kalah itulah gelombang hidup
Di sisa hidup agar tetap hidup
Tapi mengapa
Semua seperti mimpi
Tak ada yang abadi
Kapal inipun akhirnya berhenti di dermaga sepi
Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak
Dari hari ke hari dari waktu ke waktu
Setiap orang tak ingin hidupnya menderita
Tentu saja ingin bahagia tak ingin terhina
Tapi mengapa
Begitu banyak yang tak baik
Hidupnya susah
Terlunta lunta jiwa dan raganya
Ada kamu yang mengatur ini semua
Tapi rasanya percuma
Ada juga yang janjikan indahnya surga
Tapi neraka terasa
Ingin bersyukur
Tapi tak semudah tutur
Canggung jalani hidup
Yang terasa hanya kewajiban saja
Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak
Di meja judi mempertaruhkan sepenggal waktu
Setengah mabuk mencoba mencuri nasib
Sebentar menang sebentar kalah itulah gelombang hidup
Di sisa hidup agar tetap hidup
Tapi mengapa
Semua seperti mimpi
Tak ada yang abadi
Kapal inipun akhirnya berhenti di dermaga sepi
Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak