"Sore Tugu Pancoran" adalah mahakarya Iwan Fals yang menyoroti perjuangan seorang anak muda bernama Budi. Dalam lirik lagu yang memukau ini, Budi digambarkan berjuang melawan kerasnya hidup di tengah hiruk pikuk ibu kota. Hujan deras yang tak kunjung reda, gigitan dingin, dan impian yang kerap terganggu oleh waktu yang mendesak menjadi gambaran nyata perjuangannya sebagai penjual koran. Lagu ini menggemakan semangat pantang menyerah dan kekuatan anak muda untuk bertahan hidup menghadapi segala rintangan.
Sore Tugu Pancoran Lyrics
Iwan Fals
Si budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal
Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal
Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi