Dalam karya musikal abadi Iwan Fals, "Telaga Dan Bencana", sang maestro menyanyikan kisah yang menyayat hati tentang penyesalan dan hasrat yang tersiksa. Melalui lirik yang mendalam dan penuh metafora, Fals mengeksplorasi hubungan yang penuh gejolak, ditandai dengan pertengkaran yang tak kunjung usai dan ketegangan yang menguras emosi. Pendengar akan terseret ke dalam perjuangan sang tokoh, yang menyesali ketidakmampuannya memahami isyarat yang diberikan oleh orang yang dicintainya.
Telaga Dan Bencana Lyrics
Iwan Fals
Aku sering menyesali
Sebab tak mampu memahami
Sulit membaca isyaratmu
Kata katamu penuh arti
Lidahku bagai api
Menghanguskan harapanmu
Ada air jernih mengalir
Dari dua matamu
Mengalirlah air hidup
Bawa aku ke samudera
Dihatimu ada telaga
Didiriku mengalir bencana
Pertengkaran demi pertengkaran
Ketegangan demi ketegangan
Penyesalan demi penyesalan
Menyimpan prahara
Mana mungkin aku bisa
Memberimu ketenangan
Aku masih mencari
Lembah ketenangan jiwa
Mengalirlah air hidup
Bawa aku ke samudera
Dihatimu ada telaga
Didiriku mengalir bencana
Pertengkaran demi pertengkaran
Ketegangan demi ketegangan
Penyesalan demi penyesalan
Menyimpan prahara
Sebab tak mampu memahami
Sulit membaca isyaratmu
Kata katamu penuh arti
Lidahku bagai api
Menghanguskan harapanmu
Ada air jernih mengalir
Dari dua matamu
Mengalirlah air hidup
Bawa aku ke samudera
Dihatimu ada telaga
Didiriku mengalir bencana
Pertengkaran demi pertengkaran
Ketegangan demi ketegangan
Penyesalan demi penyesalan
Menyimpan prahara
Mana mungkin aku bisa
Memberimu ketenangan
Aku masih mencari
Lembah ketenangan jiwa
Mengalirlah air hidup
Bawa aku ke samudera
Dihatimu ada telaga
Didiriku mengalir bencana
Pertengkaran demi pertengkaran
Ketegangan demi ketegangan
Penyesalan demi penyesalan
Menyimpan prahara