"Kemarau", lagu yang dibawakan oleh Pas Band, melukiskan gambaran memilukan tentang kekeringan yang melanda. Bait pembukanya membangkitkan suasana yang tandus dan kesepian, di mana bahkan alam merindukan kelembapan yang memberi kehidupan. Matahari yang tanpa henti mencium bumi menjadi pengingat yang menyakitkan akan hilangnya sumber air, meninggalkan alam dalam keadaan layu dan tak bernyawa.
Kemarau Lyrics
Pas Band
Tak ada lagi tetes embun pagi membasahi
Bungapun menangis,takkan mewarnai alam ini
Cahya mentari menciumi bumi tanpa henti
Mata air pergi keringpun menanti tanpa arti
Akankah kemarau ini
Berlari pergi
Kurindukan hujan datang
Kan hadir di sini
Akankah kau datang atau kau kan pergi
Apakah alam murka kepada kita
Apakah alam marah kepada kita
Tak ada penyegar yang kita punya
Tak ada penyejuk yang kita punya
Tak ada, tak ada
Bungapun menangis,takkan mewarnai alam ini
Cahya mentari menciumi bumi tanpa henti
Mata air pergi keringpun menanti tanpa arti
Akankah kemarau ini
Berlari pergi
Kurindukan hujan datang
Kan hadir di sini
Akankah kau datang atau kau kan pergi
Apakah alam murka kepada kita
Apakah alam marah kepada kita
Tak ada penyegar yang kita punya
Tak ada penyejuk yang kita punya
Tak ada, tak ada