"Mata Air dan Air Mata" merupakan lagu yang dinyanyikan oleh Rhoma Irama, seorang legenda musik dangdut Indonesia. Lirik lagu yang puitis ini melukiskan kondisi yang memprihatinkan akibat kekeringan. Panas yang menyengat dan kelaparan yang membara membuat banyak orang menderita dan berdoa untuk turunnya hujan. Di balik penderitaan itu, tersirat juga sebuah refleksi terhadap dosa-dosa yang mungkin telah diperbuat sehingga Tuhan mengirimkan azab berupa kekeringan. Lagu ini menjadi sebuah ungkapan kerinduan akan rahmat dan pertolongan Tuhan, serta sebuah harapan agar kemarau segera berlalu, membawa serta kesejukan dan kehidupan.
Mata Air dan Air Mata Lyrics
Rhoma Irama
Panas sungguh menyengat
Bagai membakar bumi ini
Resah berjuta insan
Di dalam menanti turunnya hujan
Jerit lapar menggema
Ratap dan tangisan serta doa
Tiada putus terucap
Dari segelintir orang beriman
Air mata pun mengalir
Mata air yang mengering
Tandus-gersang bumi ini
Tiada air setetes
Air mata pun mengalir
Mata air yang mengering
Tandus-gersang bumi ini
Tiada air setetes
Tuhan, dosa apakah kiranya
Hingga Kaumurkai semua
Adzab pedih-Mu yang menggoncangkan hati
Tuhan, hanya pada-Mu kami
Memohon pertolongan
Limpahkanlah semua rasa kasih-sayang-Mu
Tuhan, kabulkan doa kami
Biarkan kemarau berlalu pergi
Bagai membakar bumi ini
Resah berjuta insan
Di dalam menanti turunnya hujan
Jerit lapar menggema
Ratap dan tangisan serta doa
Tiada putus terucap
Dari segelintir orang beriman
Air mata pun mengalir
Mata air yang mengering
Tandus-gersang bumi ini
Tiada air setetes
Air mata pun mengalir
Mata air yang mengering
Tandus-gersang bumi ini
Tiada air setetes
Tuhan, dosa apakah kiranya
Hingga Kaumurkai semua
Adzab pedih-Mu yang menggoncangkan hati
Tuhan, hanya pada-Mu kami
Memohon pertolongan
Limpahkanlah semua rasa kasih-sayang-Mu
Tuhan, kabulkan doa kami
Biarkan kemarau berlalu pergi