"Seputih Kasih", sebuah mahakarya yang dibawakan oleh Ruth Sahanaya, menyanyikan tentang sebuah kerinduan akan cinta yang telah lama hilang. Liriknya yang puitis mengisahkan tentang seorang individu yang merenung akan masa lalunya yang indah, merasa kehilangan secercah kebahagiaan yang pernah dirasakannya. Lagu ini menggambarkan perasaan kesedihan dan pencarian akan harapan baru, di tengah dunia yang terasa kelabu dan hampa.
Seputih Kasih Lyrics
Ruth Sahanaya
Kutatap diri ini
di dalam cermin yang hampa
melintas simfoni
Terbentanglah kenangan
masa-masa lalu
Betapa mesranya
saat kita berdua
senantiasa
bersimbah dalam bahagia
Kusapa hari ini
mentari pagi bersinar
di sela jendela
Tiada secerah dulu
seakan kelabu
Walau tlah kucoba
untuk menghibur diri
Menghadapi
cobaan hidup
di dunia ini
Di mana sentosa ada
yang kudamba
dalam resah jiwa
Dan ingin hasratku
menggapai pujaan hati
Yang menanti
harapan kembali
Seputih kasih
bersemi lagi
Adakah pelita diri
di hamparan kelabu insani
Tuk mengarungi
samudra biru
Kan menuju
kebahagiaan ini
di dalam cermin yang hampa
melintas simfoni
Terbentanglah kenangan
masa-masa lalu
Betapa mesranya
saat kita berdua
senantiasa
bersimbah dalam bahagia
Kusapa hari ini
mentari pagi bersinar
di sela jendela
Tiada secerah dulu
seakan kelabu
Walau tlah kucoba
untuk menghibur diri
Menghadapi
cobaan hidup
di dunia ini
Di mana sentosa ada
yang kudamba
dalam resah jiwa
Dan ingin hasratku
menggapai pujaan hati
Yang menanti
harapan kembali
Seputih kasih
bersemi lagi
Adakah pelita diri
di hamparan kelabu insani
Tuk mengarungi
samudra biru
Kan menuju
kebahagiaan ini