Pemerintah Malaysia secara resmi melarang umat Muslim untuk melihat konser Black Eyed Peas yang digelar di Malaysia karena konser tersebut disponsori oleh perusahaan bir Guinness.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Agustus 2009 - 15:42 WIB
WowKeren - Pemerintah Malaysia secara resmi telah melarang umat Muslim di Malaysia untuk menonton konser pertunjukan Black Eyed Peas yang akan digelar bulan depan di Malaysia. Seperti yang dilansir oleh Associated Press, larangan ini berlaku karena acara tersebut disponsori oleh perusahaan bir terkemuka asal Irlandia, Guinness.
Berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia disebutkan dengan jelas bahwa umat Muslim tidak boleh datang, tetapi masyarakat yang beragama selain Islam diijinkan untuk melihat konser tersebut. Senada dengan Kementerian, dalam web site panitia konser Malaysia dinyatakan bahwa acara tersebut hanya dibuka untuk masyarakat non-muslim yang berusia di atas 18 tahun.
Larangan tersebut dipicu dengan adanya putusan pengadilan syariah Malaysia bulan lalu yang menjatuhkan hukuman cambuk terhadap Kartika Sari Dewi Shukarno, seorang model yang tertangkap basah minum sekaleng bir di sebuah hotel bulan Desember 2007 silam. Ia ditangkap karena Malaysia yang mayoritas penduduknya adalah umat Muslim melarang keras warga dan turis beragama Islam mengkonsumsi minuman beralkohol.
Meskipun peraturan pemerintah Malaysia juga melarang perusahaan minuman beralkohol untuk menggelar konser, namun pihak berwenang telah memberikan pengecualian untuk konser Black Eyed Peas tersebut. Pengecualian tersebut dibuat dengan harapan agar acara konser ini dapat meningkatkan pariwisata di Malaysia. Akan tetapi, pihak Guinness dilarang untuk memajang logo mereka dalam promosi konser tersebut.
Grup musik beraliran hip-hop ini sekiranya akan tampil tanggal 25 September di sebuah taman besar di dekat Kuala Lumpur. Pertunjukan Black Eyed Peas ini digelar sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Guinness ke-250 yang pabrik utama pembuatannya terletak di Dublin. Kuala Lumpur yang merupakan kota terbesar di Malaysia tersebut merupakan salah satu dari lima kota yang menjadi tuan rumah konser Guinness.
Pembatasan dalam konser musik seperti yang terjadi di konser Black Eyed Peas ini bukanlah yang pertama terjadi di Malaysia. Sebelumnya, pertunjukan Gwen Stefani dan Avril Lavigne pun sempat menuai protes dari kalangan umat Muslim konservatif di Malaysia karena pakaian mereka yang tidak sopan. Mereka menuntut Gwen dan Avril untuk mengenakan pakaian yang sopan.
Grup musik Black Eyed Peas yang terdiri dari will i.am, apl.de.ap, Taboo dan Stacy Ferguson ini makin dikenal lewat lagu hits mereka "Boom Boom Pow" dari album terbaru mereka "The E.N.D.". Grup musik ini akan menggelar tur promosi bertajuk "The E.N.D. World Tour" mulai pertengahan September mendatang di Jepang.
(wk/)