Demi menggalang dana bagi penderita HIV/ADIS lewat penjualan lipstik Viva Glam, GaGa tampil dibalut kostum renda semi transparan yang sangat seksi.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 April 2010 - 10:16 WIB
WowKeren - Lagi-lagi Lady GaGa tampil dengan dandanan super nyentrik dalam pertunjukannya. Kali ini, penyanyi yang memiliki nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu muncul dengan kostum renda putih semi transparan yang membalut sekujur tubuhnya. Sementara rambutnya disanggul tinggi-tinggi dan menggunakan kain putih seperti serbet yang diikat di lehernya, sebagaimana dilansir dari Daily Mail.
Tak hanya dandanannya saja yang unik, GaGa juga menyanyi sambil ditopang oleh salah seorang penari latar pria yang hanya menggunakan celana pendek putih dengan tubuh berlumur bedak. Selain itu, penyanyi yang baru-baru ini merilis video barunya, "Telephone", juga mengenakan kerudung ala pengantin wanita saat menunjukkan kepiawaiannya bernyanyi sambil bermain piano di klub Tabloid, Tokyo, pada Selasa (20 April) kemarin.
Konser GaGa tersebut sebenarnya digelar dalam rangka peluncuran produk lipstik Viva Glam baru milik perusahaan MAC Cosmetics. Rencananya lipstik tersebut akan dipasarkan ke seluruh dunia selama 12 bulan ke depan dan sebagian hasil penjualannya akan disumbangkan pada para penderita HIV/AIDS.
"Di Jepang, pria dan wanita biasanya tidak ingin berbicara tentang penyakit AIDS atau HIV," ungkap GaGa tentang konser AIDS-nya. "Ini sungguh luar biasa. Kami semua disini untuk mengungkapkan hal itu (tentang AIDS) dan sama sekali tidak menyembunyikannya."
MAC Cosmetics memilih GaGa untuk menjadi icon bagi perusahaannya karena mereka merasa GaGa mampu mempengaruhi orang-orang muda. John Demsey, presdir MAC menambahkan "GaGa juga berani berbicara tentang hal-hal yang menurut orang lain tabu".
Tentang dandanan nyentriknya, selain di Tokyo, GaGa juga pernah tampil unik saat membawakan lagu "Paparazzi" di ajang MTV Video Musik Award 2009. Kala itu, memakai wig pirang dan dibalut pakaian minim serba putih, Gaga beraksi dengan muka dan tubuh penuh darah sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Putri Diana akibat ulah para paparazzi.
(wk/)