Rencananya, Elton akan tampil di Mawazine World Rhythms Festival di Rabat, Maroko, yang digelar 21 Mei hingga 29 Mei mendatang.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Mei 2010 - 14:53 WIB
WowKeren - Rencana konser Elton John kembali menuai protes para penganut agama Islam. Sebelumnya, konser bertajuk "I'm Still Standing Tour" tersebut batal diselenggarakan di Mesir karena Elton dianggap menghina Yesus Kristus/Nabi Isa sebagai pria gay yang sangat cerdas. Pernyataan Elton tersebut membuat para penduduk Mesir yang sebagian besar beragama Islam menjadi berang. Mereka kemudian melarang Elton untuk menggelar konser yang awalnya dijadwalkan pada 18 Mei 2010.
Seperti dikutip dari Contact Music, kali ini giliran penduduk Maroko yang melarang Elton untuk tampil di ibukota Maroko, Rabat. Rencananya, Elton akan tampil di festival musik terbesar di Maroko, Mawazine World Rhythms Festival, pada 21 Mei hingga 29 Mei mendatang.
Mustapha Ramid, wakil dari partai oposisi Islam, PJD, mengungkapkan kalau protes tersebut dilakukan karena dirinya dan penduduk Maroko menghormati negara tersebut sebagai salah satu negara Islam. Menurut Mustapha, keberadaan Elton sebagai penyanyi yang kurang bermoral (karena gay) akan memberikan contoh yang buruk bagi anak muda yang menyaksikan festival musik tersebut.
Sementara itu, pihak penyelenggara festival, Aziz Daki, mengungkapkan kalau pihaknya tetap akan mengijinkan Elton untuk tampil di Mawazine World Rhythms Festival tersebut. "Elton John adalah salah satu artis terbaik di dunia. Dia terlihat hebat dan luar biasa ketika tampil diatas panggung. Hal itulah yang menjadi alasan kami untuk mengundangnya di Mawazine World Rhythms Festival," ungkap Aziz.
Karir Elton sebagai penyanyi profesional dimulai sejak dia merilis debut album "Empty Sky" (1969). Dalam perjalanannya, Elton telah merilis beberapa lagu yang menjadi hits seperti "Candle in the Wind", "I Must Have Lost It on the Wind" dan "Your Song" .
(wk/)