Jennifer Hudson Akhirnya Angkat Bicara Soal Pembunuhan Keluarganya
Selebriti

Kematian ibu, kakak dan keponakannya yang begitu tragis itu sempat membuat Jennifer hampir kehilangan jati dirinya.

WowKeren - Ingatan Jennifer Hudson akan insiden pembunuhan keluarganya rupanya masih belum lenyap. Seperti dikutip dari Contact Music, untuk pertama kalinya, kisah tragis yang menimpa Jennifer di tahun 2008 tersebut dituturkan langsung oleh alumni "American Idol" lewat seri dokumenter yang tayang di VH1 pada Senin malam 28 Juni, "Behind The Music".

Dikisahkan Jennifer, dia merasa mati rasa ketika mendengar kabar kalau ibu, kakak laki-laki dan keponakannya dibunuh ketika dia berada di Florida untuk sebuah pertunjukan. Jennifer kemudian langsung membatalkan show tersebut dan segera pulang ke rumah. "Semua jadi terasa kabur. Rasanya seperti mimpi dan sulit dipahami. Saat itu saya seperti berada di luar diri saya," ungkap Jennifer perihal perasaannya.

Pasca pembunuhan tersebut, Jennifer mengaku mengalami depresi yang sangat berat. Selama hampir dua minggu setelah kejadian, Jennifer terus mengurung diri di kamarinya. Dia bahkan mengaku tak mau tahu apa yang telah terjadi seputar pembunuhan tersebut. Setelah mengalami pergulatan batin, Jennifer mengungkapkan kalau karirnya-lah yang membantunya untuk kembali fokus. Jennifer memutuskan untuk menerima kenyataan tersebut karena dia tak ingin berakhir menjadi orang yang mengalami krisis identitas sehingga nantinya dapat menghancurkan karirnya sebagai penyanyi dan aktris.


24 Oktober 2008, ibu Jennifer, Darnell Donnerson (57), kakak Jennifer, Jason Hudson (29) ditemukan tewas tertembak di rumah Darnell dan putrinya Julia Hudson di Chicago. Sementara keponakan Jennifer, Julian King, yang masih berusia tujuh tahun dilaporkan hilang. Sehari setelah kejadian, kepolisian Chicago menangkap William Balfour (27), mantan suami Julia, sebagai tersangka pembunuhan tersebut. William memang dikenal sebagai penjahat kambuhan dan pernah menghabiskan tujuh tahun di penjara karena melakukan percobaan pembunuhan dan mencuri kendaraan.

Tiga hari kemudian, ditemukan jenazah bocah kecil di dalam sebuah mobil Chevrolet keluaran tahun 1994 yang parkir di kawasan West Side, Chicago. Setelah dilakukan penyelidikan oleh FBI, bocah yang tewas tersebut diidentifikasi sebagai Julian King. Dua hari kemudian polisi melansir pernyataan resmi kalau kematian Julian disebabkan karena luka tembakan di sekujur tubuhnya. 31 Oktober 2008, polisi menemukan sepucuk senapan yang diduga merupakan senjata yang menewaskan anggota keluarga Jennifer. Dari hasil penyelidikan, senapan tersebut milik Jason yang telah hilang beberapa bulan sebelum kejadian. Sementara itu, William yang masih berstatus tersangka akhirnya secara resmi didakwa karena melakukan tindak pidana pembunuhan tingkat satu pada 30 Desember 2008. Sayangnya, usaha keluarga Jennifer untuk mendapatkan keadilan gagal ketika juri memutuskan bahwa William tidak bersalah dalam pengadilan yang digelar 27 Januari 2009.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!