Sutradara Peter Jackson mengganti Ryan dengan Mark Wahlberg karena tak sepakat dengan usaha Ryan minum es krim cair agar berat badannya naik.
- Tim WowKeren
- Jumat, 03 Desember 2010 - 16:32 WIB
WowKeren - Ryan Gosling ternyata sempat terpilih untuk tampil di film arahan Peter Jackson, "The Lovely Bones". Oleh sutradara Peter, Ryan diminta berperan sebagai Jack Salmon yakni ayah dari karakter utama Susie (Saoirse Ronan). Karena perbedaan pendapat, sutradara Peter kemudian menggantikan Ryan dengan Mark Wahlberg.
Menurut Ryan, ia merasa yakin kalau Jack seharusnya memiliki berat badan sekitar 95 kg. Untuk menampilkan kesan fisik tersebut, Ryan menaikkan berat badannya dengan minum es krim yang dicairkan.
"Saya telah mencairkan es krim Haagen Dazs dan meminumnya ketika saya merasa haus," kata Ryan pada The Hollywood Reporter. "Kami memiliki pandangan yang berbeda tentang penampilan karakter tersebut. Saya benar-benar percaya kalau berat badan Jack seharusnya sekitar 95 kg."
Meski tak berhasil bekerjasama dengan sutradara Peter, aktor film "Blue Valentine" ini mengaku tak merasa tersinggung. Ryan merasa maklum karena dia dan Peter tak sempat berdiskusi banyak saat pra produksi sehingga terjadilah salah paham tersebut.
"Kami tidak berbicara banyak selama proses pra produksi, dan itulah masalahnya. 'The Lovely Bones' merupakan film besar dan ada banyak hal yang harus dihadapi dan dia tak bisa menemui para pemeran secara pribadi," tutur Ryan. "Saat saya muncul begitu saja di lokasi syuting, saya langsung menyadari kalau telah terjadi salah paham. Dan kemudian saya menjadi gemuk dan tak lagi terlibat."
Diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Alice Sebold, 'The Lovely Bones' mengangkat kisah tragis yang dialami seorang gadis bernama Susie. Di usianya yang baru 14 tahun, Susie diperkosa lalu dibunuh oleh tetangganya. Susie yang kini tinggal di surga melihat kesedihan keluarga yang ia tinggalkan.
Tidak hanya itu saja, Susie juga menyaksikan ketika sang pembunuh mencoba menghilangkan bukti kejahatannya. Susie yang terombang-ambing antara dunia nyata dan alam baka memutuskan berjuang keras mengendalikan keinginan membalas dendam terhadap sang pembunuh dan menyembuhkan kesedihan yang dialami keluarganya.
(wk/)