Rihanna mengatakan kalau ia tak terima dengan perubahan nama yang dilakukan BBC Radio 1 dengan alasan agar bisa diputar di siang hari.
- Tim WowKeren
- Rabu, 09 Februari 2011 - 14:46 WIB
WowKeren - Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Ujian dan tantangan terus menghampiri Rihanna. Beberapa waktu lalu video musik Rihanna untuk single "S&M" dianggap terlalu vulgar sehingga dilarang beredar di 11 negara. Kini, ia dibuat kalang kabut terkait judul lagu "S&M".
Seperti dikutip dari MTV, amarah Rihanna berawal ketika BBC Radio 1 mengudarakan tangga lagu Top 40, review dari dari Official Charts Company. Saat itu, single "S&M" yang berada di urutan ke-20 dibacakan oleh penyiar dengan judul "Come On". Disisi lain, pihak BBC juga menampilkan judul video musik arahan sutradara Melina Matsoukas itu dengan sebutan "S&M (Come On)" pada daftar Top 40-nya.
"Selama jam-jam siaran di siang hari dimana pendengarnya didominasi anak muda, kami memutar versi edit single 'S&M' yakni 'Come On'," kata juru bicara BBC. "Namun kami tetap akan memutar versi aslinya di acara spesial dengan pengantar yang tepat (sesuai judul asli). Penyebutan judul ini sangat wajar kami lakukan saat memutar track tertentu di siang hari."
Tak terima, Rihanna kemudian mengungkapkan kekesalannya di Twitter. "Sialan, kamu bercanda? 'S&M' disebut 'Come On' sekarang? Itu omong kosong," tulis Rihanna dengan nada kesal. Saat ditanya seorang penggemar apakah Rihanna terima judul lagunya diubah, dengan penuh dendam mantan kekasih Chris Brown ini langsung berkata, "TENTU SAJA TIDAK!"
Sementara itu, Harian Metro mengabarkan label Rihanna, Island Def Jam, yang berada dibalik perubahan nama "S&M". Bahkan Island Def Jam juga mengedit dan menghilangkan beberapa kata vulgar dalam single tersebut seperti "sex", "chains" dan "whips". Sayangnya, sampai saat ini Island Def Jam belum bisa dimintai keterangan atas kabar tersebut.
(wk/)