Sutradara Shin Jae-ho mengklaim perusahaan produksi berusaha menghapus kreditnya dari film 'I'm Your Man'.
- Rabu, 15 Juli 2026 - 20:34 WIB
WowKeren - Sutradara terkenal Shin Jae-ho mengungkapkan bahwa sebuah perusahaan produksi yang berbasis di Busan berusaha menghapus kredit penyutradaraannya serta hak kepemilikan dari film terbarunya, 'I'm Your Man'. Perselisihan ini muncul setelah Shin menyelesaikan proses syuting dan pasca-produksi, namun kemudian menarik diri dari proyek tersebut karena adanya konflik yang belum terselesaikan.
Menurut laporan, Shin mengungkapkan masalah ini melalui media sosial, di mana perusahaan produksi memberitahunya tentang rencana untuk menghapus bukan hanya kredit penyutradaraannya, tetapi juga semua hak dan bagian yang berkaitan dengan film tersebut. "Mereka bilang akan menghapus namaku setelah syuting selesai," ungkap Shin, menyoroti betapa seriusnya konflik ini.
'I'm Your Man' merupakan film komedi yang dibintangi oleh Lee Ji-hoon dan Moon Hee-kyung, yang bercerita tentang seorang polisi yang menyelidiki perjudian ilegal yang terkait dengan kecanduan ibunya. Film ini terpilih dalam Program Dukungan Produksi Film Fitur 2025 dari Komisi Film Busan, yang juga memberikan dukungan di samping investasi pribadi Shin.
Shin menjelaskan bahwa dirinya ikut mengembangkan naskah bersama penulis dan menekankan bahwa selama proses produksi dan pasca-produksi, pendapat dan haknya sebagai sutradara tidak dihargai dengan semestinya, yang menyebabkan keretakan yang tidak dapat diperbaiki dalam kolaborasi. "Dalam proses ini, pendapat dan hak yang seharusnya dihargai sebagai seorang sutradara tidak dijamin dengan baik," tuturnya.
Menanggapi upaya perusahaan produksi yang berusaha menghapus perannya, Shin mengambil langkah yang tidak biasa dengan merilis potongan kasar lengkap dari 'I'm Your Man' di saluran YouTube-nya. Ia mengkarakterisasikan tindakan ini sebagai langkah perlindungan untuk hak cipta penyutradaraannya dan hak kreatifnya, bukan sebagai tindakan balas dendam. "Tindakan ini tidak dimaksudkan untuk menyerang siapa pun, melainkan sebagai pilihan untuk mempertahankan keyakinan bahwa hak-hak pencipta harus dihormati," jelasnya.
Shin menekankan bahwa penyutradaraan lebih dari sekadar pekerjaan; ini adalah bentuk penciptaan di mana filosofi dan visi seorang sutradara sangat memengaruhi kualitas film, terutama dalam sinema independen. Prinsip inilah yang memotivasi tuntutannya akan pengakuan dan penghormatan terhadap posisinya sebagai sutradara.
Pekerjaan terbaru Shin dalam pers untuk film 2026 berjudul 'Wanted' konsisten dengan statusnya di industri, mengukuhkan kekuatan dan pujian yang terus mengalir dalam dunia perfilman Korea. Filmografi Shin mencakup berbagai hits seperti 'My Sassy Girl' (2004), 'Journey to the West Returns', dan 'Wedding Scandal'.
Perselisihan terkait 'I'm Your Man' ini juga menjadi bagian dari perbincangan yang lebih luas mengenai kontrol kreatif dan sengketa kredit di industri film Korea.
(wk/timw)