Matthew merasa industri Hollywood terlalu ikut-ikutan trend tanpa mempertimbangkan kualitas film tersebut.
- Tim WowKeren
- Selasa, 22 Februari 2011 - 16:13 WIB
WowKeren - Aktor film "Vantage Point" dan "Speed Racer", Matthew Fox, rupanya tak terlalu puas dengan maraknya film 3D karya sineas Hollywood. Matthew menganggap kalau penggunaan format 3D merupakan pertanda merosotnya kualitas film saat ini.
"Lihat penggunaan format 3D. Hal itu merupakan sebuah kemunduran besar dalam film yang seharusnya menekankan penceritaan yang bagus," kata Matthew pada majalah Live via Toronto Sun. "Saya mengajak anak saya untuk menyaksikan 'The Last Airbender' dan itu sungguh sebuah film yang buruk. Sutradara M. Night Shyamalan rupanya tak bisa lagi menggarap film bagus usai 'The Sixth Sense' (1999)."
Kekecewaan Matthew pada Hollywood kian bertambah dengan kehadiran film komedi romantis yang dianggapnya sama sekali tak lucu. Tak hanya ogah membintangi film komedi romantis, Matthew mengaku benci film-film beranggaran besar dan tak suka berakting. Aktor berusia 44 tahun ini malah ingin berhenti total sebagai aktor.
"Saya tahu beberapa studio film Hollywood melihat saya sebagai aktor utama yang berpotensi untuk membuat film beranggaran besar menjadi laris dan berperan sebagai karakter yang biasa dimainkan aktor senior seperti Steve McQueen. Namun saya tidak buru-buru," ujar Matthew. "Saya merasa lebih bahagia untuk duduk menunggu hingga melihat adanya perubahan. Ada kemungkinan saya akan menyerah pada akting dan melakukan sesuatu yang berbeda. Menjadi seorang ahli astronomi, mungkin."
(wk/)