"Pompeii" akan menghadirkan kisah asmara dua kasta berbeda dan terpisah bencana besar letusan Gunung Vesuvius di Italia.
- Tim WowKeren
- Rabu, 04 Mei 2011 - 11:51 WIB
WowKeren - Paul W.S. Anderson yang tahun lalu sukses menggarap "Resident Evil: Afterlife" akan menyutradarai film dari kisah klasik berjudul "Pompeii". Proyek ini mempertemukan kembali suami Milla Jovovich itu Constantin Film dan Summit Entertainment. Sebelumnya, mereka bekerja sama dalam "The Three Musketeers" yang bakal rilis 14 Oktober.
Summit Entertainment yang mendapat hak distribusi di Amerika Serikat akan memperkenalkan "Pompeii" untuk memperoleh sponsor pada pasar film Cannes. Dipastikan bahwa film ini menjadi salah satu judul terpanas di Croisette. Sedangkan Constantin Film bertindak sebagai penyedia finansial dan telah menghasilkan banyak judul film dengan budget yang besar.
Seorang sumber terdekat dari proyek ini mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa Paul akan mulai melakukan syuting "Pompeii" di musim semi 2012. Selain sebagai sutradara, Paul juga akan menjadi produser bersama Jeremy Bolt dan Robert Kulzer. Sementara naskah film ditulis oleh Lee Batchler dan Janet Scott Batchler.
"Pompeii" merupakan film petualangan yang menceritakan periode letusan Gunung Vesuvius dan menghancurkan kota Romawi kuno, khususnya Pompeii. Gunung Vesuvius meletus dengan kekuatan 40 bom nuklir selama dua hari hingga memporak-porandakan kota Pompeii dan terkubur abu dan batu apung setinggi 4-6 meter.
Kota ini hilang selama lebih dari 1.500 tahun sebelum secara kebetulan ditemukan tahun 1599. Saat itu, budak sedang di atas kapal dalam perjalanan menuju Naples karena dia telah dibeli oleh senator Romawi, sehingga terbebas dari bencana dahsyat itu.
Seperti "Titanic" (1997), film sejarah bencana hebat ini akan diselingi dengan kisah cinta yang kuat. Berlatar tahun 79 Masehi, seorang budak yang menjalin cinta dengan putri majikannya. Ia berharap suatu hari nanti bisa menghirup kebebasan dan menikah dengan gadis pujaannya. Namun, perjalanan cinta mereka mengalami cobaan berat, bukan saja karena perbedaan kasta, tapi juga hadirnya bencana super hebat saat itu.
(wk/)