Eksekutif Produser Joel Silver meminta dihadirkan bintang dengan ragam etnis yang berbeda seperti di film "Lethal Weapon".
- Tim WowKeren
- Sabtu, 28 Mei 2011 - 11:38 WIB
WowKeren - Bulan lalu, Sylvester Stallone dan sutradara Walter Hill telah memilih Thomas Jane untuk membintangi film thriller "Headshot. Namun, semua rencana berubah setelah Joel Silver dari Dark Castle Entertainment ikut menjadi produser.
Seorang sumber yang dekat dengan proyek film itu mengatakan kepada Ain't It Cool bahwa Sylvester dan Walter kemungkinan akan kehilangan Thomas. Dilaporkan, Joel merasa kurang sreg dengan Thomas karena berkulit putih dan tengah mencari aktor yang yang terlihat lebih "etnis".
Sebenarnya ini bukan masalah ras, tapi tentang kriteria yang ditetapkan Dark Castle Entertainment. Pihak studio menuntut tim kreatif yang terlibat untuk menggunakan sebuah formula agar film ini bisa berhasil. Strategi untuk menghadirkan bintang dengan latar belakang yang berbeda itu telah sukses diterapkan pada beberapa film sebelumnya seperti "Lethal Weapon" (1987) dan "The Last Boy Scout" (1991).
Keinginan Joel tentunya bertentangan dengan harapan Sylvester dan Walter yang memimpikan Thomas terlibat di film itu. Tapi dengan kekuasaan rumah produksi Dark Castle yang sedang naik daun di industri film Hollywood, membuat Sylvester dan Walter tidak bisa berbuat apapun dan mereka terpaksa menyusun segala sesuatunya dari awal lagi.
Menanggapi keputusan tersebut, Thomas enggan memberikan banyak penjelasan. Meski demikian, ia yakin masih bisa bertahan.
"Tidak ada komentar," kata Thomas. "Kami memiliki hubungan klasik antara saya dan Sly (Sylvester) dan (Walter) Hill. Naskah ini khusus dibuat untuk kami semua."
"Headshot" menceritakan tentang karakter pembunuh bayaran yang diperankan Sylvester. Ia kemudian bekerjasama dengan detektif muda NYPD untuk menyelidiki sebuah kasus beresiko tinggi.
Penyelidikan mereka akhirnya mengarah pada kelompok geng di New Orleans dan ternyata kasus tersebut melibatkan petinggi di Washington DC. Duet antara pembunuh bayaran dan polisi ini siap mengorbankan segalanya demi membalas dendam atas kematian rekan masing-masing.
(wk/)