Stasiun TV jaringan BET menolak untuk menarik penyiaran video musik tersebut, sedangkan RiRi anggap karya musik itu sebagai seni.
- Tim WowKeren
- Jumat, 03 Juni 2011 - 09:26 WIB
WowKeren - Rihanna yang baru saja menghadirkan video musik terbarunya, "Man Down", tiba-tiba dikejutkan oleh serangan protes dari aktivis yang tergabung dalam Parents Television Council (PTC). Ini adalah kali kedua RiRi mendapat teguran dari PTC, setelah ia dikritik atas penampilannya yang dinilai vulgar ketika manggung bersama Britney Spears di ajang Billboard Music Awards 2011.
Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, PTC menentang keras pemutaran video musik "Man Down" oleh stasiun jaringan TV BET (Black Entertainment Television). Mereka menganggap dengan adanya video itu sama halnya RiRi menghalalkan aksi pembunuhan demi mendapatkan keadilan.
Mendengar hal itu, seorang juru bicara dari BET angkat bicara. Dalam pernyataan tersebut pihaknya menolak untuk menarik kembali penyiaran video musik "Man Down".
"BET punya standar penyiaran sendiri dan juga pedoman untuk menerapkan seluruh konten yang kami miliki," ujar perwakilan dari BET, seperti dilansir TMZ. "Video musik Rihanna yang berjudul 'Man Down' telah memenuhi standar penyiaran dan disetujui untuk ditayangkan."
Di sisi lain, aksi protes yang dilakukan oleh pihak PTC juga mendapat tanggapan dari RiRi. Melalui Twitter, ia menjelaskan bahwa video musiknya itu merupakan bentuk kebebasan untuk berkreativitas.
"Industri musik tidak seperti apa yang dipikirkan oleh orangtua kami!" tulis RiRi. "Kami punya kebebasan untuk menciptakan karya seni, jadi biarkan kami melakukannya! Ini tugas kalian untuk meyakinkan anak-anak agar mereka tidak menjadi seperti kami."
Sebagai informasi, RiRi dan sutradara Anthony Mandler menjalani proses syuting video musik "Man Down" di Jamaika sejak awal Mei. Single tersebut merupakan salah satu lagu andalan dari album kelima RiRi yang berjudul "Loud" (2010).
(wk/)