Tepati Janji, Tracy Morgan Temui Remaja Dan Orangtua Korban Anti Gay
Selebriti

Menurut salah seorang remaja Jayden Love, ia sangat menghargai usaha Tracy untuk bertemu sebagai wujud penyesalan atas komentar kasarnya.

WowKeren - Awal bulan ini, bintang serial TV "30 Rock" dihujani kritikan karena melontarkan kalimat anti gay saat tampil di Nashville. Usai meminta maaf di depan umum, Tracy mewujudkan rencananya bersama Gay & Lesbian Alliance Against Defamation (GLADD) dengan menemui remaja LGBT, korban perlakuan kasar.

Seperti dilansir dari MTV, Jumat 17 Juni, aktor film "Cop Out" ini bertemu Jayden Love dan Raciel Castillo, remaja dari Ali Forney Center, New York City. Organisasi terbesar itu mendukung remaja LGBT yang kini tak memiliki tempat tinggal. "Pertemuan ini sebuah permintaan maaf dari seseorang ke orang lain dan aku sangat menghargai hal itu," kata Jayden.

"Pada awalnya, dia terlihat sangat gugup. Kurasa dia seperti ketakutan ketika tiba di sana," kata Carl Siciliano, kepala Ali Forney Center, usai pertemuan dengan Tracy. "Tracy bersikap sangat menyesal. Dia terus meminta maaf. Ia memastikan kalau dia berada di sana untuk meminta maaf dan mengungkapkan kalau dia tak bermaksud buruk serta terluka atas apa yang dia lakukan."

Selain dengan remaja LGBT, Tracy juga bertemu Elke Kennedy, yang putranya Sean (20), terbunuh dalam aksi kejahatan anti gay di 2007. Elke melakukan perjalanan keliling Amerika untuk menyuarakan perlawanan pada kekerasan anti gay baik secara fisik maupun retorik sebagai bagian dari proyek Sean's Last Wish, organisasi yang digagas wanita tersebut untuk mengenang Sean.


"Kamu tahu, hal itu seharusnya tak pernah terjadi," kata Tracy pada Elke tentang ucapan kasar kalau ia akan menusuk putranya hingga tewas jika mengaku gay. "Itulah kenapa komentar yang pernah aku buat tak akan pernah kuucapkan lagi."

Presiden GLAAD Jarrett Barrios memuji sikap Tracy. Ia berharap pertemuan tersebut bisa menjadi contoh bagi orang lain.

"Hari ini (Jumat), Tracy melihat kenyataan utama bahwa homophobia dan kekerasan anti gay bisa mengambil kehidupan seseorang," kata Jarrett. "Dengan bertemu remaja LGBT yang menjadi tuna wisma karena identitas mereka, kami berharap Tracy bisa memahami bahwa candaan tentang remaja gay sangat tidak bertanggungjawab, hal itu merusak."

Dalam pertemuan itu, Tracy juga mengungkapkan kalau dia akan kembali ke Tennessee pada 21 Juni untuk meminta maaf atas komentar kasarnya itu. Dia juga berencana bertemu dengan pihak Tennessee Equality Project dan tim advokasi yang peduli terhadap masalah kekerasan pada remaja LGBT.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!