Sehari sebelum Office 365 diluncurkan, Google merilis artikel tentang 365 alasan kelebihan Google Apps.
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 Juni 2011 - 15:04 WIB
WowKeren - Jika Google berambisi mengalahkan Facebook untuk perang jejaring sosial, maka perusahaan IT terkemuka itu juga berhadapan dengan Microsoft yang baru saja meluncurkan Microsoft Office 365 pada Selasa 28 Juni di New York. Software perkantoran ini diharapkan bisa mengalahkan Google Apps, aplikasi handal dengan fasilitas Gmail, Google Documents, Google Sites dan fitur lainnya dengan harga 50 dollar per tahun setara Rp. 430.500.
Menanggapi hal itu, Google Inc. memilih cara konvensional untuk meyakinkan pelanggannya. Sehari sebelum Office 365 diluncurkan, manajer produk Google Apps, Shan Shina, menulis di Googleenterprise.blogspot.com, tentang perbandingan antara Office 365 dengan Google Apps dengan judul "365 reasons to consider Google Apps".
Dalam artikelnya, Shan mengungkapkan kalau Office 365 lebih dikhususkan untuk perorangan. Selain itu, Shan menganggap kalau produk aplikasi Office 365 hanya bisa diakses dengan piranti pendukung Microsoft. Sedangkan Google Apps bisa digunakan untuk segala jenis piranti seperti Chromebook, tablet, smartphone, Windows, Mac, Linux, Android, Blackberry dan iOS. Tak hanya itu, salah satu staf di Google menggunakan Twitter dengan akun @GoogleAtWork untuk mempromosikan Google Apps.
"Bantu kami untuk 365 alasan. Banyak orang menanyakan 365 alasan untuk mempertimbangkan Google Apps," demikian bunyi status tersebut. "Masukkan alasanmu disini atau tweet #apps365."
Sebagai informasi, layanan Google Apps sebenarnya telah memiliki lebih dari tiga juta pelanggan dan jumlahnya terus bertambah setiap hari. Penggunaan aplikasi bisnis ini juga dapat diakses di seluruh negara terutama Indonesia.
Sementara itu, CEO Microsoft, Steve Blamer, mengibaratkan kalau Office 365 sebagai sarana untuk menambah produktivitas kerja. Dalam fiturnya, Office 365 mengkombinasikan Microsoft Office, SharePoint Online, Exchange Online dan Lync Online (komunikasi untuk konferensi) menjadi satu paket yang bisa digunakan untuk bisnis skala kecil hingga perusahaan besar.
Software yang sebelumnya dihadirkan dengan format beta sekitar Oktober 2010 tersebut kini dapat diakses di 40 negara. Untuk harga langganan dibandrol 72 dollar per tahun (Rp. 620.000-an). Bagi perusahaan dengan jumlah pegawai kurang dari 25 orang, Microsoft menawarkan layanan 6 dollar perbulan. Sedangkan jika jumlah pegawai lebih besar maka biaya layanan bisa bervariasi antara 2 hingga 27 dollar per pengguna.
Simak komentar pengguna Google Apps berikut ini:
- "Dengan Google Apps, aku bisa menulis surat cinta bagi selingkuhanku dari laptop kekasihku tanpa meninggalkan jejak," ujar pemilik akun @cucaratxa.
- "Aku bisa memiliki email dan kalender yang terhubung dengan iPhoneku tanpa membutuhkan Microsoft Exchange Server," kata Jason Bradley.
- "Sarana integrasi tanpa kesulitan, terhubung dengan segala piranti, user interface tanpa tandingan dan didukung oleh kekuatan penuh dari Google," kata Houston Pearce.
- "Sangat mudah bagi kami untuk berkolaborasi dengan negara-negara dengan koneksi internet terbatas dan bahkan sumber daya yang jauh lebih terbatas," kata Jennifer Hageman.