Ilmuwan Sungho Jin mengungkapkan pihaknya kemungkinan akan mengkreasikan cairan beraroma yang lebih familiar seperti bau pizza.
- Tim WowKeren
- Senin, 11 Juli 2011 - 14:17 WIB
WowKeren - Ilmuwan University of California, San Diego, tengah mengembangkan teknologi agar peralatan elektronik seperti televisi bisa mengeluarkan aroma saat menampilkan sebuah tayangan. Proyek ini sebenarnya telah berlangsung sekitar bulan lalu. Namun saat itu, Sungho Jin, pimpinan tim yang bekerjasama dengan peneliti dari Samsung, baru melakukan pengujian lewat contoh parfum.
Karena tak semua orang mengenali jenis bau dari parfum, Jin berencana menambahkan varian cairan beraroma yang lebih familiar seperti pizza atau steak. Jika berhasil, maka bukan tidak mungkin iklan TV terutama untuk produk makanan bisa mengeluarkan aroma. Pasalnya, dari uji coba aroma parfum, Jin menemukan fakta kalau orang-orang bisa mencium aroma tersebut meski berada di jarak 30 cm dari layar.
"Kami sedang mendalami bidang realitas virtual," kata Sungho Jin, pimpinan tim, yang juga merancang dan melakukan uji coba protype awal untuk grup penelitian Samsung, pada Innovation News Daily. "Alih-alih menggunakan aktivasi mekanik, kami memakai aktivasi listrik. Ini akan lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang ada."
Cara kerjanya, alat yang tengah dikembangkan oleh Jin dan rekan-rekannya itu berisi sekitar 10.000 cairan yang ditempatkan dalam semacam susunan rak sebuah mesin. Ketika diaktifkan, kabel yang melewati susunan rak tersebut akan memanaskan cairan dan menebarkan aroma.
Teknologi mengirimkan aroma sebenarnya bukan hal baru. Sekitar 1960, sineas film lawas "Scent of Mystery" mencoba menggunakan format Smell-O-Vision (istilah untuk menyebut metode menebarkan aroma lewat sebuah alat) ketika memutar film arahan sutradara Jack Cardiff tersebut di bioskop. Aroma tersebut ditebarkan dari sebuah pipa yang ada di kursi bioskop.
Sejumlah kritikus menilai "Scent of Mystery" sebagai inovasi baru bidang perfilman. Namun beberapa khalayak memprotes karena penebaran aroma itu mengganggu konsentrasi penonton terutama bagi yang memiliki alergi.
(wk/)