RIM Kurangi 2000 Tenaga Kerja
SerbaSerbi

Pengurangan tersebut demi menciptakan efisiensi kerja agar mampu bersaing dengan perusahaan pengembang sistem operasi iOS dan Android.

WowKeren - Developer smartphone BlackBerry, Research In Motion Limited (RIM), berupaya keras agar bisa bersaing dengan pengembang smartphone lainnya seperti Apple dan Google. Karena itu, perusahaan yang berbasis di Kanada ini melakukan restrukturisasi manajemen dan pengurangan 2000 tenaga kerja.

Pihak RIM mengungkapkan kalau pengaturan ini bagian dari rencana agar kerja perusahaan bisa lebih maksimal. "RIM berencana untuk menciptakan organisasi yang sempurna dan efisiensi sistem kerja dengan maksud mendapatkan posisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan keuntungan di masa depan," demikian bunyi pernyataan resmi dari RIM.

Perusahaan akan memberitahukan kabar buruk tersebut pada pekerja dalam minggu ini. Pasca pengurangan itu, RIM masih memiliki 17.000 pegawai yang tersebar di seluruh dunia.


RIM juga mengumumkan tugas baru yang akan diemban para eksekutif. COO of Product and Sales Thorsten Heins akan mengawasi pengoperasian mesin di departemen gabungan hardware dan software. Sedangkan COO of Operations Jim Rowan mendapat tambahan tanggungjawab selain urusan produksi dan perbaikan di jaringan dunia yakni mengawasi pengembangan organisasi dan manajemen fasilitas. Sementara COO Don Morrison yang bergabung dengan RIM di 2000 dan terkendala masalah kesehatan telah mengumumkan pengunduran dirinya.

RIM, perusahaan pengembang sistem operasi mobile terbesar ketiga di dunia, merugi setelah kehadiran OS iOS milik Apple. Meski di akhir 2010, RIM meraup keuntungan di wilayah Indonesia, Britania Raya dan Belanda, berkat produk BlackBerry, namun tetap saja terjadi penurunan prosentase keuntungan 16 persen dari jumlah 19 persen di 2010. Dengan pengurangan tenaga kerja dan restrukturisasi, keuntungan bisa naik 11 persen di akhir tahun ini.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!