Juru bicara kantor gubernur Kunming mengungkapkan kalau penutupan itu karena dua toko tersebut tak memiliki ijin usaha.
- Tim WowKeren
- Selasa, 26 Juli 2011 - 12:17 WIB
WowKeren - Pekan lalu, terungkap adanya tiga toko Apple yang diduga palsu di wilayah Kunming, China. Pemerintah kemudian mengumumkan kalau toko yang tidak terdaftar sebagai resellers resmi Apple Inc. ini bukan hanya tiga melainkan lima.
Juru bicara kantor gubernur Kunming, Chang Puyun, mengungkapkan kalau dua dari lima toko itu akan ditutup. Namun bukan karena berstatus sebagai distributor tak resmi melainkan karena toko tersebut tak memiliki ijin usaha.
Berkaitan dengan produk Apple yang dijual, pemerintah menegaskan kalau barang tersebut asli. Toko-toko tersebut membeli barang-barang produk Apple langsung dari distributor resmi di China.
"Media tak boleh menyalahartikan situasi ini dan membuat kesimpulan lain. Beberapa media telah membuat ulasan kalau toko-toko itu telah menjual produk Apple palsu," kata juru bicara Chang. "China telah mengambil langkah hebat untuk melaksanakan aturan ijin properti dan toko-toko itu tak menjual produk palsu."
Ada empat toko retail Apple yang terdaftar resmi di China. Dua di Beijing dan dua lagi di Shanghai. Namun perusahaan di Silicon Valley itu juga memiliki 13 toko distributor tak resmi untuk produk Apple khusus wilayah China.
Tiga toko Apple itu terungkap lewat ulasan blogger Amerika di blognya BirdAbroad.wordpress.com. Ia merasa heran karena melihat bagian desain interior kantor yang terkesan digarap asal-asalan. Selain itu, toko Apple biasanya tak mencantumkan tulisan Apple Store melainkan hanya logo Apple. Meski demikian, sang blogger masih belum bisa memastikan apakah toko itu menjual produk asli atau tidak.
"Aku tak tahu apakah komputer yang mereka jual itu asli atau palsu. Barangnya sepertinya asli tapi hal itu juga sulit dipastikan," kata sang blogger. "Hingga tadi malam, toko tersebut masih buka."
Kabar tentang keberadaan toko tersebut sempat memicu kontroversi. Sejumlah pelanggan mengajukan protes dan meminta uang mereka kembali. Para pelanggan khawatir kalau mereka telah membeli produk Apple gadungan.
(wk/)