Selain masalah kerusakan peralatan dan penurunan jumlah produksi akibat gempa, kerugian tersebut juga disebabkan lemahnya angka penjualan produk TV ataupun LCD TV di pasar Amerika dan Eropa.
- Tim WowKeren
- Jumat, 29 Juli 2011 - 14:12 WIB
WowKeren - Disaat Samsung Electronics sedang menganalisa kemungkinan mengembangkan produk konsumen bertenaga surya, Sony Corporation justru tengah didera masalah. Perusahaan elektronik terbesar di dunia ini mengalami kerugian akibat bencana gempa dan tsunami Jepang, 11 Maret lalu.
Analisa Wall Street Journal mengungkap kalau perusahaan yang berdiri sejak 1946 itu telah kehilangan keuntungan mencapai 15.5 milyar yen atau lebih dari Rp 16 triliun. Padahal Sony meraup untung besar sekitar 25.7 milyar yen (lebih dari Rp 20 triliun) pada tahun lalu.
Bencana gempa telah menyebabkan kerusakan alat dan memicu penurunan jumlah produksi. Akibatnya, penjualan beberapa produk seperti TV ataupun LCD TV juga mengalami penurunan. Kelemahan pasar produk Sony didominasi area Amerika dan Eropa. Untungnya, Sony masih meraup untung dari penjualan LCD TV di Jepang berkat transisi dari analog ke digital.
"Dampak dari bencana gempa merupakan masalah paling utama di kuartal pertama," kata Kepala Finansial Sony, Masaru Kato. "Tapi suplai barang telah kembali bergerak dengan sangat cepat, sehingga kami berharap segala sesuatu akan kembali pulih di masa mendatang."
Masaru menambahkan kalau perusahaan menargetkan keuntungan sebesar 60 milyar yen (sekitar Rp 64 triliun) saat akhir tahun fiskal, 31 Maret 2012. Sementara itu, pihak Sony juga berharap bisa mencapai keuntungan 7.2 triliun yen khusus bidang penjualan.
(wk/)