Penutup kepala yang dilengkapi material elektroda itu bisa menangkap gelombang otak yang kemudian mengirimkan sinyal untuk menggerakkan anggota badan lainnya seperti kaki atau lutut.
- Tim WowKeren
- Selasa, 02 Agustus 2011 - 15:08 WIB
WowKeren - Peneliti di University of Maryland (UMD), Baltimore, Amerika, tengah mengembangkan perangkat teknologi sensor otak untuk mengubah pikiran menjadi gerakan. Tujuan proyek pengembangan "topi otak" yang telah berlangsung lebih dari setahun itu untuk membantu penderita penyakit berat seperti stroke, obesitas, diabetes dan masalah jantung.
Cara kerjanya, perangkat "topi otak" yang dilengkapi 64 material elektroda tersebut menangkap sinyal gelombang otak kemudian merekonstruksikannya menjadi pergerakan 3D. Para peneliti melakukan uji coba menggunakan topi tersebut untuk memerintahkan otak agar menggerakkan pergelangan kaki, lutut dan pinggul saat berjalan di treadmil. "Dengan memprogram pergerakan jalan secara normal pada topi tersebut, kita bisa mencoba dan mengajari penderita stroke untuk berpikir dengan cara tertentu dan mencocokkan sinyal gelombang otak mereka dengan sinyal normal," kata Jose L. Contreras-Vidal, profesor bidang Kinesiologi di UMD.
Salah satu peserta uji coba "topi otak" ini adalah Steve Graff, mahasiswa tahun pertama program bioengineering. Dengan topi otak tersebut, Steve mampu menggunakan kedua tangannya untuk memasang jaket, menekan keypad ponsel atau melempar bola ketika dia mengoperasikan kursi dengan pikirannya.
Berikut ini foto uji cobanya:
(wk/)