Paul berencana melaporkan hal itu pada polisi karena jaringan media milik Rupert Murdoch tersebut tak hanya menyadap telepon tetapi juga membobol komputernya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 05 Agustus 2011 - 10:40 WIB
WowKeren - Paul McCartney menjadi salah satu korban jaringan media milik Rupert Murdoch. Saat mempromosikan rencana konser amal tragedi WTC 11 September, Paul mengungkapkan kalau komputernya telah di-hack dan teleponnya juga disadap.
"Ketika aku kembali ke Inggris setelah tur ini, aku akan bicara pada polisi karena aku telah di-hack," kata Paul. "Aku tak tahu banyak tentang hal ini karena mereka tak akan mengatakan pada siapapun kecuali ke orangnya langsung."
Paul mengakui kalau ini merupakan pelanggaran privasi berat. Ia juga yakin penyadapan tersebut telah berlangsung sejak lama. "Kurasa banyak orang telah mengetahui akan hal ini," ujar Paul.
Sebelumnya, mantan istri Paul, Heather Mills, telah mengungkapkan kalau seorang jurnalis Mirror telah mengakses pesan teleponnya secara ilegal. Kejadian itu berlangsung ketika Piers Morgan masih menjadi editor in chief dan Heather berkencan dengan Paul di 2001.
Heather mengungkapkan kalau hacker tersebut telah mengakui perbuatannya. Namun, ia menolak membeberkan identitas pelaku dan hanya menegaskan kalau bukan Piers yang melakukannya.
"Dia (hacker) berkata, 'Oh, aku mendengar kamu berseteru hebat dengan kekasihmu'. Dan jurnalis itu mengutip dari rekaman pesan teleponku," kata Heather. "Aku berkata, 'Kamu jelas-jelas menyadap teleponku. Jika kamu mempublikasikan percakapan pribadiku dengan kekasihku, maka aku akan melaporkannya pada polisi'. Dan dia menjawab, 'Oke, oke, yah kami memang mendengar pesan itu. Aku tak akan menerbitkan berita itu'."
(wk/)