Sekolah di Bali Hanya Punya Empat Murid di Tengah Ramainya Wisatawan
Auto Generated/AI Generated
Selebriti

SD Negeri 6 Bhuana Giri di Bali tak memiliki murid baru selama dua tahun terakhir.

WowKeren - Bali dikenal sebagai destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi oleh jutaan turis dari berbagai belahan dunia. Namun, di balik kesibukan dan kemeriahan tersebut, terdapat kisah yang kurang terdengar, yaitu situasi di SD Negeri 6 Bhuana Giri yang terletak di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Sekolah dasar ini kini hanya memiliki empat murid, dan selama dua tahun terakhir tidak menerima siswa baru.

Kepala Sekolah SD Negeri 6 Bhuana Giri, I Made Suartika, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Menurutnya, penyebab utama adalah berkurangnya jumlah anak usia sekolah dasar di desa tersebut. "Sudah dua tahun ini berturut-turut belum dapat siswa," ungkapnya.

Meski jumlah murid sangat minim, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Tahun ajaran baru tetap dibuka dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, meskipun hanya dihadiri oleh empat anak. Saat ini, yang tersisa adalah dua siswa kelas III dan dua siswa kelas VI, sementara ruang kelas I, II, IV, dan V kosong tanpa penghuni.

Ironisnya, meskipun hanya memiliki empat murid, sekolah ini masih didukung oleh tujuh orang guru serta seorang kepala sekolah yang setia datang setiap hari untuk mengajar. Bagi mereka, jumlah murid bukanlah alasan untuk menghentikan proses pendidikan yang sudah berjalan.


I Made Suartika juga menjelaskan bahwa Desa Bhuana Giri mengalami perubahan demografis yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak warga usia produktif yang memilih merantau untuk mencari pekerjaan di daerah lain, sehingga jumlah keluarga muda menjadi semakin sedikit. Hal ini berdampak langsung pada jumlah anak-anak yang lahir dan tumbuh di desa tersebut. Tahun ini, hampir tidak ada lulusan taman kanak-kanak maupun anak-anak yang memenuhi usia untuk masuk SD.

Selain itu, lokasi SDN 6 Bhuana Giri yang berada tidak jauh dari tiga sekolah dasar negeri lainnya membuat situasi semakin sulit. Dengan semakin sedikitnya calon siswa, sekolah-sekolah tersebut harus berbagi murid, yang semakin memperburuk kondisi pendidikan di desa.

Menyusul kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem mulai mengkaji kemungkinan untuk melakukan regrouping atau penggabungan sekolah. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai nasib SDN 6 Bhuana Giri. Jika kebijakan ini diterapkan, sekolah yang telah lama menjadi tempat belajar bagi masyarakat setempat ini mungkin akan kehilangan identitasnya.

Kisah SDN 6 Bhuana Giri mencerminkan salah satu wajah Bali yang jarang terlihat. Pulau Dewata ini dikenal luas sebagai destinasi pariwisata yang selalu ramai, tetapi di balik pertumbuhan industri pariwisata, ada tantangan yang dihadapi oleh wilayah pedesaan. Berkurangnya jumlah penduduk, perpindahan generasi muda ke kota, dan semakin sedikitnya anak-anak yang mengisi ruang kelas menjadi isu nyata yang harus dihadapi.

Empat murid yang terdaftar di sekolah ini mungkin terdengar seperti angka yang kecil, namun di balik angka tersebut tersimpan cerita besar tentang perubahan sosial yang sedang berlangsung di Bali. Sebuah perubahan yang mungkin tidak disadari oleh jutaan wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan pulau ini setiap tahunnya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!