Tompi Minta Pemerintah Perhatikan Musisi Indonesia Yang Berkualitas
Musik

Selain menyampaikan harapannya, Tompi juga memberikan kritikan dan menuding pemerintah yang dianggapnya telah melakukan tindak KKN secara tak langusung.

WowKeren - Penyanyi jazz asal Lhokseumawe, Aceh, Tompi, sangat memperhatikan perkembangan dunia musik tanah air. Menurut pelantun "Lulu dan Siti" ini, peranan pemerintah untuk memajukan industri musik di Indonesia masih sangat kurang.

Tompi yang tampak antusias menyuarakan pendapatnya, meminta pemerintah agar lebih peka dengan penyanyi Indonesia yang berkualitas. Sebagai contohnya Tompi menggambarkan saat pekan kebudayaan Indonesia di gelar di luar negeri, pemerintah hanya mengundang penyanyi-penyanyi tertentu yang memang memiliki kedekatan dengan mereka.

"Itu semua kan by demand dan ini adalah PR kita bagaimana menjadikan musik Indonesia diminta oleh orang luar. Sekarang lihat aja deh, begitu ada pekan kebudayaan Indonesia di luar negeri, yang diundang hanya orang yang dekat sama pak menteri maupun sama petugas di situ, padahal dia belum tentu representative," papar Tompi. "Padahal yang mau diperkenalkan itu banyak. Kalau saya bilang, mereka itu melakukan hal yang mereka tidak tahu dan itu suatu kebodohan."

Tompi lantas menganggap kecenderungan pemerintah itu merupakan salah satu bentuk tindak KKN. Lantaran pemerintah hanya mengutamakan kepentingan pribadi daripada harus memikirkan masa depan rakyatnya, dalam hal ini adalah para musisi yang berkompeten.


"KKN secara tidak langsung lah. Yang dikirim itu-itu aja kok. Mau musik, mau tari, mau apapun, itu-itu aja yang dikirim," imbuh ayah satu orang anak ini. "Padahal kita punya banyak dan mungkin lebih bagus, beragam dan berbeda. Maksudnya kalau satu sudah dikirim, jangan dikirim lagi. Yang lain dong. Digilir saja."

Usai menyampaikan kritikannya, penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter itu kemudian mengutarakan harapannya kepada pemerintah. Tompi berharap agar pemerintah lebih aktif membenahi sistem industri musik di Indonesia.

"Saya berharap sistem perindustrian musik di Indonesia itu dibenerin. Saya berharap pemerintah bisa lebih aktif. Kalau memang nggak ngerti jangan sok tahu. Untuk orang-orang yang terlibat di Kementerian, di Departemen Seni dan Budaya, kalau memang nggak ngerti jangan sok tahu," tegas penyanyi 32 tahun ini. "Kalau memang ngomongin musik, jangan ajak musisi yang udah tidak terlibat di industri, jangan ajak musisi yang ngertinya sistem konvensional. Ajak dong yang muda-muda."

Tompi mulai terjun di dunia musik sejak 2004 lewat albumnya "Cherokee" dan "Bali Lounge". Karakter vokalnya yang khas itu dipengaruhi oleh kebiasaannya menyanyikan lagu tradisional Aceh dan mengaji. Sampai saat ini, Tompi telah memiliki delapan album. Beberapa diantaranya adalah "Playful" (2007), "My Happy Life" (2008), "Paris Jakarta Express" (2009) dan "Tak Pernah Setengah Hati" (2010).

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait