Shaul Lapidot Ph.D. dari Hebrew University menggunakan serat halus kayu penghasil selulosa yang memiliki struktur kristalisasi sangat kecil dan kemudian memprosesnya menjadi gabus ramah lingkungan.
- Tim WowKeren
- Selasa, 23 Agustus 2011 - 11:29 WIB
WowKeren - Industri di dunia saat ini tengah giat-giatnya menggalakkan usaha daur ulang dari limbah pabrik. Terilhami hal itu, Shaul Lapidot Ph.D., mahasiswa lulusan Fakultas Agrikultural, Makanan dan Lingkungan Robert H. Smith di Hebrew University, Rehovot, Israel, telah mengembangkan cara untuk membuat bio-foam (sejenis gabus ramah lingkungan) dari sisa limbah pabrik pembuatan kertas.
Shaul yang bekerjasama dengan koleganya di laboratorium fakultas mendapati kalau limbah dari serat halus kayu menjadi bahan yang tepat untuk memproduksi selulosa yang memiliki struktur kristalisasi sangat kecil atau yang dikenal dengan istilah nano-crystalline cellulose (NCC). Dengan memadukan energi dan bahan kimia khusus, Shaul dan teman-temannya mengembangkan sebuah teknik untuk memproses NCC menjadi gabus.
Gabus biasanya merupakan jenis produk yang kurang dihargai meski memiliki fungsi penting terutama untuk penyekatan atau bahan kemasan sejumlah produk mulai dari bidang makanan, perabot rumah tangga, peralatan elektronik dan mobil. Dengan teknologi yang dikembangkan Shaul beserta timnya, kualitas gabus yang dihasilkan pastinya lebih baik sehingga nilai gabus di mata masyarakat juga akan semakin tinggi.
Teknologi yang dikembangkan Shaul itu telah mendapat lisensi dari perusahaan Melodea Ltd di Yissum. Berkat penelitiannya, Shaul dianugerahi salah satu penghargaan Barenholz Prizes dalam pertemunan dewan di Hebrew University.
(wk/)