Peluang Indonesia Lolos Babak Selanjutnya Makin Tipis
SerbaSerbi

Kalah 0-2 dari Bahrain, pasukan Garuda Indonesia masih bertahan sebagai juru kunci di Grup E dengan poin kosong.

WowKeren - Bermain di kandang dan mendapat dukungan penuh dari ribuan suporter ternyata belum mampu membangkitkan semangat juang tim Garuda Indonesia. Bertanding di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Selasa, 6 September, malam, Timnas kembali menelan kekalahan pahit 0-2 atas Bahrain.

Gol tersebut diciptakan Sayed Saeed Shubbar di akhir babak pertama dan Ismaeel Latif menggenapinya di menit ke-75. Ismaeel yang lolos dari jebakan offside menceploskan tembakan keras ke gawang Markus Horison. Bahrain bisa saja membuat lebih banyak gol, untungnya Markus bermain sangat brilian dan melakukan banyak penyelamatan.

Ini adalah kekalahan kedua beruntun bagi Indonesia setelah di pertandingan pertama pasukan arahan Wim Rijsbergen dipecundangi Iran 0-3 di Teheran. Hasil ini membuat posisi Indonesia tidak beranjak dari juru kunci di Grup E dengan poin kosong.

Sedangkan Iran masih bercokol di puncak klasemen dengan poin 4 setelah bermain 1-1 atas Qatar. Dengan kemenangan atas Indonesia, Bahrain berada di peringkat kedua juga dengan 4 poin tapi kalah selisih gol dari Iran.

Dengan menyisakan empat pertandingan lagi, peluang Indonesia untuk lolos babak keempat kian menipis. Untuk mengejar posisi dua besar di Grup E saja terlihat cukup berat. Di pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menjamu Qatar di kandang pada 11 Oktober. Kemudian, tim Merah Putih bertandang ke markas Qatar pada 11 November. Pertandingan tersisa lainnya adalah menjamu Iran dan melawat ke kandang Bahrain.

Meski perjuangan Indonesia kian berat, tapi kapten Bambang Pamungkas tetap optimistis bisa lolos dari babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. "Masih ada empat laga, masih ada harapan," ujar Bambang.

Pelatih Indonesia, Wim Rijsbergen, mengakui jika timnya pantas kalah. Itu karena ia melihat Firman Utina cs tidak tampil maksimal.

"Dari cara kita bermain hari ini, kita memang tidak pantas untuk menang. Kita tidak bisa memainkan simple football dan bermain individual hari ini," kata Rijsbergen. "Kita tidak bisa mengalirkan bola dan tidak melakukan pressing ketika kehilangan bola. Juga tidak berkonsentrasi secara penuh."


"Kita belum bisa berkompetisi di level atas internasional, itu kenyataannya," lanjut pelatih asal Belanda tersebut. "Mungkin kami mencari pemain-pemain baru untuk bermain di dalam tim yang bisa bermain untuk level seperti ini."

Sebagai sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kondisi timnas, Rijsbergen mengulurkan permintaan maaf atas hasil buruk ini. "Saya meminta maaf atas pertandingan dan kekalahan ini," kata eks pelatih PSM Makassar itu.

Sementara pelatih Bahrain, Peter Taylor, mengaku bangga dan senang bisa pulang membawa poin penuh. Namun, pelatih asal Inggris ini menolak dikatakan menang karena unggul pada postur tubuh pemainnya.

Kekalahan Indonesia makin diperparah dengan ulah suporter yang nekad membunyikan petasan saat pertandingan masih berlangsung. Laga tersebut sempat ditunda selama 15 menit ketiga laga sudah berjalan sekitar 75 menit.

Akibatnya, Indonesia bisa saja kena sanksi berupa larangan menggelar partai kandang. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husain, mengaku malu atas insiden tersebut dan pasrah jika akan mendapat hukuman dari FIFA.

Berikut momen Indonesia vs Bahrain:

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!