Peserta tersebut berasal dari klub ISL sebanyak 14 tim, empat klub promosi dan sisanya berdasarkan penyaringan oleh PSSI.
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 September 2011 - 09:15 WIB
WowKeren - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memutuskan jumlah peserta kompetisi Liga Indonesia musim 2011/2012 bertambah dari 18 tim menjadi 24 klub. Kepastian penambahan tersebut ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif PSSI yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya , Jakarta, pada Kamis, 22 September, malam.
"Format kompetisi tetap satu wilayah sesuai amanat Kongres PSSI di Bali, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. "Namun sesuai pasal 37, Komite Eksekutif berhak menentukan jumlah klub peserta yang maksimalnya 24 klub."
"Ke-24 tim yang turun di kompetisi tertinggi itu adalah 14 klub Indonesia Super League (ISL) dan empat klub promosi," kata Djohar. "Sementara enam klub baru dipilih berdasarkan penunjukan dan penyaringan oleh PSSI."
Klub peserta kompetisi yang berasal dari ISL musim lalu yang berpeluang ikut serta di kompetisi tertinggi Indonesia itu adalah Persipura, Arema Malang, Persija Jakarta, Semen Padang, Persib Bandung, Persisam, Persiba, Persela, Sriwijaya FC, Persiwa, Deltras, PSPS, Pelita Jaya dan Persijap. Sedangkan empat klub promosi dari Divisi Utama adalah Persiba Bantul, Persiraja Banda Aceh, Mitra Kukar dan pemenangan play off, Persidafon Dafonsoro.
Untuk enam klub baru yang ditunjuk oleh PSSI guna melengkapi 24 klub adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar, PSMS Medan, Bontang FC dan Persebaya Surabaya. Djohar menjelaskan, pertimbangan dimasukkannya enam klub baru ini diantaranya karena tim eks Liga Primer Indonesia (LPI) yaitu Persema, Persibo dan PSM, telah diputihkan dari sanksi.
Sementara klub PSMS Medan dan Persebaya Surabaya juga dimasukkan berdasaar pada banyaknya pendukung dan sejarah serta keinginan dari sponsor. Sedangkan Bontang FC dipilih karena menjadi terbaik dari klub yang didegradasi.
"Tetapi semuanya harus mampu lolos verifikasi yang berakhir pada 26 September, terutama terkait dengan pendanaan dan fasilitas infrastruktur khususnya stadion," ujar Djohar. "Data ini belum final. Jika ada yang tidak lolos verifikasi maka jumlah klub akan berkurang seiring dengan hasil verifikasi."
(wk/)