Wim Rijsbergen Pasang Delapan Pemain Depan Untuk Gempur Pertahanan Qatar
SerbaSerbi

Risjbergen bakal menggunakan formasi 4-3-3 dengan modifikasi dari pola 4-2-3-1 serta memanfaatkan kecepatan dan umpan-umpan pendek.

WowKeren - Timnas Indonesia akan menghadapi partai berat menghadapi Qatar dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 di stadion Gelora Bung Karno, nanti malam, 11 Oktober. Bisa dikatakan bahwa ini adalah partai penentuan nasib tim Merah Putih untuk bisa memupuk asa ke Brazil.

Pada laga tersebut, Bambang Pamungkas dkk wajib menang. Karena kalau imbang apalagi kalah, peluang pasukan Garuda nyaris tertutup.

Makanya, pelatih Indonesia Wim Rijsbergen memastikan bahwa tim asuhannya akan bermain menyerang saat menghadapi Qatar. Risjbergen juga meminta agar pasukannya tidak terlalu banyak kehilangan bola.

"Saya orang Belanda. Oleh karenanya saya suka sepakbola menyerang," kata Rijsbergen dalam konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Senin (10 Oktober). "Jangan heran kalau besok saya memasang delapan pemain depan untuk menggedor pertahanan Qatar."

"Walau kalah, lebih baik kalah dengan permainan menyerang. Besok kita juga akan terapkan itu," lanjut pelatih asal Belanda tersebut. "Selama 90 menit besok, kita punya kesempatan menang. Kita butuh suntikan pendukung dan penonton pun ingin kita menang dengan menyerang. Saya harap anak-anak bisa menerapkan sepakbola simpel karena itu adalah sangat sulit. Kita tidak bisa bermain sepak bola kalau terlalu banyak kehilangan bola."


Rijsbergen mengambil pengalaman dari kekalahan atas Iran dan Bahrain. Menurutnya, timnas kalah karena terlalu banyak kehilangan bola. Untuk memenangkan pertandingan, Rijsbergen fokus melatih anak asuhnya mengatasi masalah penyelesaian akhir. Hal tersebut sesuai dengan formasi yang akan dipraktekkan di lapangan kala menghadapi Qatar nanti malam.

"Kita akan memainkan formasi 4-3-3, tapi modifikasi dari 4-2-3-1," ujar Liestiadi. Mengenai pemain yang akan masuk starting eleven baik Lestiadi maupun Rijsbergen belum mau memberikan bocorannya. Rijsbergen mengaku masih terus memantau kondisi terakhir pasukannya.

Sementara untuk menutupi kekurangan dalam hal postur tubuh serta meredam permainan Qatar, asisten pelatih Liestiadi mengatakan bahwa pihaknya akan mengandalkan kecepatan. Selain itu, ia juga memerintahkan anak asuhnya tidak terlalu lama memainkan bola dan memanfaatkan umpan pendek antar lini.

"Pemain Qatar memiliki postur yang rata-rata tinggi dan pasti mereka unggul dalam bola-bola atas," ujar Lestiadi. "Oleh karena itu kami akan memanfaatkan speed pemain dan bola-bola bawah."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!