Penduduk Bumi Hari Ini Mencapai Tujuh Miliar
Nasional

PBB memperkirakan bahwa populasi manusia akan melewati 9,3 miliar pada tahun 2050 dan melampaui 10,1 miliar pada akhir abad ini.

WowKeren - Bumi makin sesak saja. Demografi pada Divisi Kependudukan PBB dalam laporan populasi dunia 2011 berjudul "Human beings and opportunities in the world of seven billion people" menetapkan Senin, 31 Oktober 2011, sebagai tanggal "simbolis" penduduk dunia mencapai tujuh miliar.

Memang tidak mungkin untuk mengatakan secara tepat kapan itu akan terjadi, namun Biro Sensus Amerika Serikat memperkirakan jika ambang jumlah tujuh miliar itu tidak akan bertahan sampai Maret. Dengan metodologi apapun, demografi setuju bahwa manusia tetap pada kurva pertumbuhan yang tajam, yang kemungkinan akan terus mendaki menuju akhir abad ini.

PBB memperkirakan bahwa populasi manusia akan melewati 9,3 miliar pada 2050 dan melampaui 10,1 miliar pada akhir abad ini. Bahkan, jumlah itu bisa jauh lebih banyak lagi jika tingkat kelahiran tidak mengalami penurunan.

Pertumbuhan pendudukan yang meningkat drastis abad ini terjadi di negara-negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Sementara populasi gabungan di Eropa, Amerika Utara dan negara-negara industri kaya relatif datar.

Sementara Jerman, Rusia dan Jepang, sedikit mengalami penurunan. Populasi mereka berkurang namun membuat pertumbuhan yang berkelanjutan di Amerika Serikat karena didukung oleh gelombang imigran.


Rekor populasi ini dianggap sukses karena berarti manusia di seluruh dunia bisa hidup lebih lama. Tetap saja, hal tersebut menjadi tantangan baru. Pertumbuhan yang cepat membuat Bumi mendapat 78 juta orang baru tiap tahunnya.

"Alih-alih bertanya seperti, 'Apakah kita terlalu banyak?'. Kita malah harus bertanya, 'Apa yang dapat saya lakukan untuk membuat dunia kita lebih baik?'," tulis pemimpin baru United Nations Population Fund (UNFPA), Dr. Babatunde Osotimehin dalam laporan tahunan "State of the World Population". Dalam laporannya, Osotimehin menitikberatkan kesenjangan antara negara kaya dan yang miskin.

Negara-negara miskin terus memiliki tingkat pendidikan rendah dan kehamilan remaja yang meningkat tajam. Hal itu juga berbanding lurus dengan kematian ibu serta anak karena komplikasi dari melahirkan.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengatakan bahwa PBB akan berjuang untuk mengurangi kemiskinan dengan berinvestasi pada lebih dari 1,8 miliar anak muda di dunia. Ki-moon juga bakal berupaya membantu negara-negara berkembang secara berkelanjutan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!