PSSI juga mengupayakan agar paspor kedua pemain naturalisasi itu dapat segera selesai dalam tiga hari ke depan, sehingga bisa dibawa ke Qatar.
- Tim WowKeren
- Rabu, 02 November 2011 - 13:30 WIB
WowKeren - Dua pemain naturalisasi, Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo, akhirnya bisa mengenakan kostum timnas Indonesia. Keduanya sudah ikut latihan bersama 24 pemain lainnya di stadion Manahan Solo sejak 1 November kemarin.
PSSI sudah mendaftarkan duo pemain Pelita Jaya itu ke Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). "Namun, hingga kini belum ada jawabannya," kata manajer Timnas Senior Indonesia, Ferry Kodrat, di Stadion Manahan Solo, Selasa (1 November).
Meski belum ada tanggapan dari FIFA, PSSI berharap agar keduanya dapat dibawa dan dimainkan saat Timnas menghadapi Qatar. Greg dan Igbonefo kini masih harus menyelesaikan paspor, kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga.
Mengenai paspor, Ferry menambahkan bahwa PSSI bakal memilih jalan tol atau jalan pintas agar pengurusannya segera selesai. Jalan tol yang dimaksud yaitu meminta bantuan kantor imigrasi Jakarta atau pusat untuk memuluskan pengurusan paspor di kantor imigrasi Solo.
Pembuatan paspor Greg dan Igbonefo tidak dilakukan di Jakarta, melainkan di kota Solo karena keduanya memang berada di Kota Bengawan. Ferry yakin pembuatan paspor akan bisa dikebut oleh pihak kantor imigrasi Solo karena demi kepentingan negara.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi Jakarta agar pembuatan paspor cepat selesai," ujar Ferry. "Paspor untuk Greg dan Igbonefo masih kami urus. Semoga dalam dua atau tiga hari mendatang, paspor selesai dibuat."
Sementara itu, Greg bangga bisa dipanggil pelatih Wim Rijsbergen untuk bergabung dalam tim nasional Indonesia. Adaptasi dengan pemain-pemain lain juga cukup mudah karena mereka kerap bertemu di Liga Indonesia.
Ia pun berjanji akan memberikan yang terbaik untok tim Merah Putih. "Saya akan berjuang dan bermain total bagi Indonesia," kata Greg.
Pada latihan perdana di stadion Manahan Solo, dari 26 pemain yang dipanggil, hanya 23 orang yang hadir. Dua pemain baru, Fandy Muhtar (gelandang) dan Syamsidar (kiper), tidak tampak karena sedang mengurus paspor di kantor imigrasi daerah masing-masing. Asisten pelatih Liestiadi mengatakan bahwa pemusatan latihan di Solo selama sepekan ini selain untuk meningkatkan pola permainan juga akan memilih skuad inti. Dari 26 pemain yang telah dipanggil, kemungkinan akan dirampingkan menjadi 23 hingga 18 pemain.
"Pemain naturalisasi juga harus mengikuti seleksi. Tetapi mereka sudah kami daftarkan ke FIFA," Liestiadi. "Kita tidak tahu sejauh mana fisik para pemain karena Indonesia belum juga menjalani kompetisi. Di Solo ini, fisik pemain akan kita gembleng."
(wk/)