"Saya dapat tugas untuk meraih medali emas, jadi apapun alasannya saya telah gagal," kata Rahmad.
- Tim WowKeren
- Selasa, 22 November 2011 - 10:28 WIB
WowKeren - Kekalahan Timnas U-23 dengan skor 4-5 (1-1) atas Malaysia di final sepakbola SEA Games XXVI memang sangat menyakitkan. Pelatih Rahmad Darmawan mengaku dirinya telah gagal memenuhi target yang diberikan.
"Saya dapat tugas untuk meraih medali emas, jadi apapun alasannya saya telah gagal," ujar RD, sapaan Rahmad. "Hanya itu (medali perak) yang bisa saya persembahkan untuk negeri ini. Terima kasih atas kerja samanya."
Rahmad memberikan apresiasi pada para pemainnya meski gagal melalui drama adu penalti. Baginya, skor 1-1 di babak pertama sudah bagus, mengingat Malaysia terus memberondong lini pertahanan Garuda Muda.
"Kita mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan, mencetak gol di awal, tetapi setelah itu saya dan pemain mengira semuanya akan berjalan mudah," kata Rahmad. "Di babak kedua, saya instruksikan pemain untuk tidak lakukan long pass."
"Harus diakui kondisi pemain tidak sebugar di semifinal, terlihat dari perbedaan kualitas pada kecepatan dan pergerakan tanpa bola," lanjutnya. "Secara umum mereka telah berusaha. Patrich Wanggai tidak tampil maksimal karena cedera tetapi berusaha untuk menutupinya, sampai saya terpaksa menggantinya."
Saat pertandingan harus ditentukan dengan adu penalti, Rahmad bingung untuk menentukan algojonya. Pasalnya, ia sudah menarik Patrich dan Andik Vermansyah. Akibatnya, ia memasukkan pemain belakang sebagai eksekutor seperti Gunawan Dwi Cahyo dan Abdul Rahman.
Dalam adu penalti tersebut, dua penendang Indonesia, Gunawan dan Ferdinand Sinaga tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sedangkan hanya satu pemain Malaysia yang gagal, Ahmad Fakhri Saarani.
"Malaysia memang lebih siap mental dibandingkan kita di babak adu penalti. Tetapi, sebelum babak adu penalti, mental bermain kita tidak kalah," kata pelatih berusia 44 tahun itu. "Ketika saya bertanya siapa yang mau menendang, jumlahnya sangat kurang, sampai-sampai harus saya paksa (mereka)."
Ferdinand tidak mampu menutupi kesedihannya karena gagal mengeksekusi penalti. Dengan mata merah, ia masih saja menangis tersedu-sedu meratapi kegagalannya menaklukkan kiper Malaysia, Khairul Fahmi Che Mat. "Saya mau minta maaf sama semuanya," kata Ferdinand.
Sementara Gunawan yang menyumbangkan gol Indonesia di babak pertama lebih pasrah. "Memang dikasih Yang Di Atas seperti itu, mau bagaimana lagi," ujarnya.
(wk/)