iPhone 4 Kembali Meledak dalam Pesawat
SerbaSerbi

Selang dua hari setelah meledaknya iPhone 4 di pesawat menuju Australia kini kejadian terkait masalah baterai itu juga terjadi di Brazil.

WowKeren - Apple sebaiknya mulai mencari cara untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa terkait meledaknya iPhone 4. Setelah sebelumnya dua hari lalu sebuah iPhone 4 meledak dalam pesawat menuju Australia, kini laporan media Brazil mengabarkan hal serupa.

Sebelum meledak, iPhone 4 itu tengah di-charge semalaman. Tiba-tiba, iPhone tersebut berasap dan kemudian meledak begitu saja di dekat tempat duduk sang pemilik yang tengah tidur. Untung saja ledakan tersebut tak membuat pemiliknya terluka.

Sejauh ini, penyebab meledaknya iPhone 4 itu belum diketahui pasti. Namun, sejumlah ahli memprediksi kalau ada kemungkinan ini berkaitan dengan baterai iPhone 4 yang cepat panas atau karena iPhone yang meledak itu sebenarnya palsu.

Untuk insiden pertama yang terjadi di Australia, maskapai Regional Express mengungkapkan kalau iPhone 4 itu sempat mengeluarkan sinar merah sebelum meledak. Tak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut. Pihak Apple Australia saat ini masih menyelidiki penyebab meledaknya iPhone 4 tersebut.


Masalah di produk Apple bukan hanya itu. Baru-baru ini, terungkap kalau bagian dari sistem operasi iOS 5 di iPhone dan iPad yakni Carrie IQ, diyakini bisa merugikan user. Karena itu, Apple berencana tak akan menggunakan Carrier IQ dalam pengoperasian iPhone maupun iPad.

"Kami berhenti memberikan dukungan pada Carrier IQ (bagian dari software yang bisa melacak aktivitas user) dengan iOS 5 di sebagian besar produk kami," ujar Apple dalam pernyataannya. "Dan kami akan menghapus program tersebut dalam update software."

Apple juga mengungkapkan kalau masih ada handset yang masih berjalan dengan sistem operasi iOS 5 dibekali Carrier IQ yakni iPhone 4. Namun Apple menegaskan tak pernah menggunakan program Carrier IQ untuk melacak informasi atau pesan pribadi user.

Carrier IQ diinstalasikan sebagai software smartphone yang tujuannya untuk mengumpulkan informasi terutama membantu meningkatkan kerja jaringan. Namun baru-baru ini diketahui kalau software tersebut juga bisa mengumpulkan informasi pribadi seperti pesan teks, email nomor telepon dan mengirimkannya ke pihak pembuat handset.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!