Komite Etik PSSI Diminta Tidak Terlibat Konflik Internal
SerbaSerbi

Sekjen PSSI, Tri Goestoro, berharap Komite Etik bersikap netral dan mengambil keputusan dengan bijak terkait sanksi pelanggaran 4 anggota Komite Eksekutif.

WowKeren - Kisruh internal PSSI membuat Sekretaris Jenderal Tri Goestoro meminta Komite Etik untuk tidak terlibat. Menurut Tri, Komite Etik seharusnya bisa mengambil keputusan dengan bijak.

"Kita harapkan mereka (Komite Etik) tidak terlibat gonjang-ganjing," ujar Tri ketika ditemui di kantornya di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 7 Desember. "Makanya diundang para tokoh yang tidak ada kaitannya dengan sepak bola."

Rabu sore, Tri dan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dimintai keterangan terkait masalah pembelotan 4 anggota Komite Eksekutif yang mengirim surat ke AFC. Dalam surat tersebut, 4 anggota yakni La Nyalla Mattlitti, Tonny Aprilani, Erwin Dwi Budiawan dan Roberto Rouw mengklaim bahwa Djohar telah melakukan pelanggaran terkait hasil Kongres Bali untuk masalah penyelenggaraan kompetisi.

Menanggapi hal itu, Tri mengaku tak mengetahui soal surat yang dilayangkan empat anggota Komite Eksekutif ke AFC tersebut. Surat yang dikirim 14 Oktober itu tak melalui jalur Sekretariat Jenderal PSSI.


"Kalau atas nama lembaga harus lewat sekjen," ujar Tri. "Tapi mereka, atas nama exco (Komite Eksekutif) PSSI."

Dalam pemeriksaan oleh Majelis etik pimpinan Todung Mulya Lubis, Tri memaparkan bahwa sangat wajar kalau anggota Komite Eksekutif bertanya ke induk organisasi AFC. Ditambahkan Tri, yang berhak memutuskan apakah surat tersebut menyalahi aturan atau tidak adalah para anggota Komite Eksekutif. "Harus dibicarakan dalam rapat Komite Eksekutif," tegas Tri.

Rapat Komite Eksekutif akan kembali digelar Jumat, 9 Desember. Dalam rapat itu, akan ditentukan jenis sanksi pada 4 anggota komite yang dinilai melanggar tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait