Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, mempertanyakan larangan PSSI tersebut karena seharusnya pemain jangan dijadikan tumbal dari masalah dualisme kompetisi.
- Tim WowKeren
- Selasa, 13 Desember 2011 - 11:43 WIB
WowKeren - Rahmad Darmawan mengungkapkan agenda pembahasan dalam pertemuan PSSI dengan para pelatih Timnas Indonesia yang digelar Senin, 12 Desember, di kompleks kediaman pengusaha Arifin Panigoro. Dalam rapat tersebut, pelatih yang akrab disapa RD ini mengaku sempat berdebat tentang keputusan PSSI yang menyalahkan pemain karena ikut kompetisi tak resmi, Indonesia Super League (ISL).
"Tadi kami juga sedikit berdebat soal itu. Saya mempertanyakan apakah dalam situasi seperti pantas kita menyalahkan pemain," ujar RD. "Karena saat ini pemain dijadikan salah satu obyek dari masalah padahal mereka tidak tahu."
Terlepas dari aturan FIFA atau larangan PSSI bahwa pemain yang ikut ISL tak bisa membela timnas, RD meminta agar PSSI memberikan kesempatan. Pelatih Timnas U-23 ini menyarankan agar PSSI mencari jalan damai dan segera mengatasi masalah dualisme kompetisi.
Sementara itu, pembatasan pemilihan pemain ini juga membuat mantan pelatih Persija Jakarta itu sempat mengisyaratkan keinginan untuk mundur. Pasalnya, dia merasa tak punya kebebasan berekspresi sebagai pelatih.
"Penting ada kebebasan berekspresi bagi pelatih. Mengurus klub besar tidak enak kalau dibatasi," ujar RD. "Tapi kalau mengurus klub kecil tapi diberi kebebasan itu akan lebih enak."
Untuknya gagasan mundur itu masih belum pasti. Saat ini, RD masih menunggu keputusan PSSI terkait larangan membela timnas bagi pemain ISL. "Ditanyakan dulu apakah sudah final. Kalau sudah, nanti pelan-pelan akan ketemu sendiri jawabannya," tutur RD sambil tersenyum.
(wk/)