Film Review: 'Mission: Impossible Ghost Protocol'
Film

Pemerintah Amerika mengaktifkan Ghost Protocol yang berarti menyangkal keberadaan IMF termasuk agen Ethan Hunt dan timnya.

WowKeren - Sudah berlalu 15 tahun sejak film pertama "Mission: Impossible" (1996) dimainkan di layar lebar, di film ke-4 franchise berjudul "Mission: Impossible Ghost Protocol" tetap berpusat pada Agen IMF Ethan Hunt yang dimainkan Tom Cruise. Di film kali ini, misi tim IMF pimpinan Ethan Hunt akan beraksi di Kremlin (Rusia), Dubai dan Mumbai (India).

Dikisahkan Agen Carter (Paula Patton) dan Agen Dunn (Simon Pegg) sedang membobol sebuah penjara di Moskow, Rusia. Satu persatu pintu kamar narapidana di penjara tersebut dibuka dan membuat keadaan menjadi semrawut. Di tengah keadaan yang semrawut itu, ternyata misi kedua agen tersebut adalah membebaskan Ethan Hunt dari penjara Moskow. Ethan dijebloskan ke sana karena membunuh 6 orang Serbia yang diyakini sebagai balas dendam karena para Serbia itu membunuh Julia, istri Ethan. Tidak sendirian, Ethan memaksa keluar penjara dengan membawa Bogdan, tahanan lainnya.

Lepas dari penjara, Ethan dan kedua agen yang membebaskannya langsung menuju sebuah telepon umum dan sudah menjadi ciri khas film Mission Impossible, kotak telpon tersebut hanyalah alat untuk menyampaikan misi Ethan Hunt selanjutnya. Ia diminta untuk mencuri data di Kremlin tentang seorang bernama Cobalt yang memiliki keahlian meluncurkan nuklir. Cobalt ingin memulai perang nuklir dengan cara menembakkan nuklir Rusia ke Amerika.

Keahlian menyamar dan pemakaian teknologi canggih mulai menghiasi misi Ethan untuk masuk ke Kremlin. Sayangnya misi mereka gagal, Cobalt berhasil mencuri data nuklir dari Kremlin lebih dulu dari Ethan dan membawa kabur ke Dubai. Saat Ethan menyadarinya, Kremlin dihantam bom dan Ethan menjadi kambing hitam dalam petaka itu.

Sekali lagi Ethan harus melarikan diri. Kali ini dari kejaran agen Rusia, Sidirov. Di tengah pelariannya Ethan ditemui oleh Sekretaris IMF yang memberi tahunya bahwa pemerintah Amerika telah mengaktifkan "Ghost Protocol " yang berarti menyangkal keberadaan IMF. Ethan Hunt dan timnya harus bertanggung jawab atas semua yang mereka lakukan namun mereka masih boleh memakai fasilitas IMF secara ilegal. Di tengah pertemuan itu, agen Rusia menyerang dan Sekretaris IMF tertembak mati. Ethan sempat meloloskan diri bersama William Brandt (Jeremy Renner), seorang analis IMF.


Berbeda dengan kebiasaan film Mission Impossible, di film ke-4 ini Ethan Hunt tidak mendapat kesempatan untuk memilih anggota timnya. Begitu pula dengan kehebatan topeng buatannya. Karena kesalahan komputer, topeng yang sejatinya akan dipakai agen Carter pun dibatalkan. Untunglah aksi-aksi keren yang juga menjadi atribut film agen rahasia IMF ini masih dipertahankan.

Aksi paling keren adalah saat Ethan merangkak di dinding luar menara Burj Khalifa, gedung pencakar langit tertinggi di dunia yang memiliki 163 lantai. Hanya mengandalkan sarung tangan yang bisa melekat ke kaca, Ethan diberi waktu 25 menit untuk menyelesaikan misinya. Benar-benar menegangkan. Anda akan dibuat merinding hanya dengan membayangkan betapa tingginya Burj Khalifa yang didaki Tom Cruise.

Selesai dengan Burj Khalifa, sutradara Brad Bird masih memiliki simpanan aksi lain yang mendebarkan jantung Anda. Kejar mengejar antara Ethan dengan Cobalt di tengah badai pasir dengan mobil mewah serta tabrakan maut akan membuat Anda sesaat menahan nafas.

Hal yang menarik dari Mission Impossible bukanlah ending cerita, namun ada pada aksi-aksi Ethan dan timnya. Begitu pula dengan jalannya skenario dan peralatan canggih yang dipakai. Bila Anda penggemar serial TV-nya, jangan lewatkan film aksi seru ini karena pasti akan memberi Anda hiburan yang tak terlupakan.

Rating : 8/10

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!