Pemerintah China menganggap aksi Christian mengunjungi seorang aktivis beberapa waktu lalu hanyalah demi publisitas "The Flowers of War".
- Tim WowKeren
- Kamis, 22 Desember 2011 - 09:56 WIB
WowKeren - Kasus pertikaian antara Christian Bale dan China nampaknya semakin meruncing. Kini pemerintah China merespon tindakan kontroversial Christian beberapa waktu lalu. Pemerintah China menuduh Christian hanya mencari sensasi untuk film terbarunya, "The Flowers of War".
Kejadian ini berawal saat pemeran Batman di "The Dark Knight Rises" itu mengunjungi seorang aktivis China, Chen Guangcheng, bersama CNN. Namun, kedatangannya langsung disambut petugas keamanan setempat saat itu.
"Setahuku aktor ini (Christian) diundang sutradara Zhang Yimou untuk pemutaran perdana filmnya," ujar Liu Weimin, juru bicara Kementrian Luar Negeri China. "Dia tidak diundang untuk membuat berita ataupun film di desa Shandong (tempat tinggal Chen)."
Liu juga mengungkapkan Christian seharusnya malu dengan tindakannya yang menurutnya hanya mencari publisitas semata. "Menurutku jika kau ingin membuat berita di China, maka kau tidak akan disambut di sini," tambah Liu.
"The Flowers of War" mengisahkan seorang pendeta bernama John menyembunyikan puluhan wanita dalam perang brutal antara China dan Jepang. Wanita ini terdiri dari dua kelompok yakni mahasiswi yang akan dijual untuk para tentara Jepang dan pelacur-pelacur kelas atas China. John lalu berusaha menyelamatkan wanita-wanita itu dari kekejaman tentara Jepang.
Film ini merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Yan Gelling. Film yang mengambil lokasi syuting di Inggris dan China itu juga dibintangi oleh aktor Jepang Shigeo Kobayashi.
(wk/)