Menurut ilmuwan di Space Weather Prediction Center, radiasi dari badai matahari itu akan menyebabkan gangguan sinyal pada ponsel dan alat elektronik lainnya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 30 Desember 2011 - 10:48 WIB
WowKeren - Ilmuwan Amerika Serikat di Space Weather Prediction Center, The National Oceanic and Atmospheric Administration, mewanti-wanti tentang adanya badai matahari. Kemungkinan besar radiasi badai yang akan berlangsung 28 hingga 31 Desember itu bisa menyebabkan gangguan sinyal bagi sejumlah alat elektronik dengan sistem GPS, radio, dan ponsel.
"Badai geomagnetik kategori G1 (minor) diprediksi terjadi 28 dan 29 Desember karena adanya partikel flare atau coronal mass ejection (CME)," kata pihak Space Weather Prediction Center. "Gangguan sinyal radio kategori R1 (minor) akan terjadi hingga 31 Desember."
Siklus CME terjadi dalam kurun waktu 11 tahun sekali. Peningkatan suhu di matahari ini akan mencapai puncaknya pada 2013. Sisi positifnya, langit akan memancarkan Northern Lights atau Aurora saat terjadinya badai matahari di siang hari.
Siklus CME mengandung miliaran ton gas yang meledak dengan radiasi sinar X serta ultra violet. Radiasi ini dipancarkan ke luar angkasa dengan kecepatan sekitar 5 juta mil per jam. CME mempunyai tingkat panas yang tinggi dengan suhu 100 juta derajat Celcius.
(wk/)