Pihak produksi "Demi Ucok" ingin mengembalikan imej film sebagai tontonan rakyat dengan menggelar premiere yang "tidak biasa" ini.
- Tim WowKeren
- Jumat, 30 Desember 2011 - 15:24 WIB
WowKeren - Ada yang menarik dengan pemutaran perdana film "Demi Ucok". Jika biasanya sebuah film melakukan premiere di bioskop-bioskop besar, maka "Demi Ucok" lebih memilih sudut kampung. Bukan hanya itu, film ini juga menayangkannya ala layar tancap yang dulu merupakan tontonan populer masyarakat.
Sang sutradara dan penulis naskah, Sammaria, rupanya punya alasan unik. Ia mengaku ingin mengembalikan citra film sebagai tontonan rakyat.
"Aku memang sudah lama ingin bikin layar tancap. Bosan dengan premiere film yang begitu-begitu saja," ujar Sammaria. "Inginnya nonton bareng saja sama teman-teman dekat dan masyarakat."
Selain itu, Sammaria mengaku syuting film tersebut memang mengambil lokasi di sana. Ia juga melibatkan warga setempat untuk film tersebut. "Sebagian syuting 'Demi Ucok' di sini juga, melibatkan ibu-ibu PKK," ungkap peraih Piala Citra 2009 ini.
Sammaria juga mengatakan film tersebut merupakan proyek yang unik. Ia bermaksud mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjadi produser film ini. Setiap orang bisa menyumbangkan dan sebesar Rp 100 ribu, sehingga "Demi Ucok" bisa diputar di bioskop April 2012 nanti.
"Kita masih perlu dana sekitar satu miliar untuk mentransfer film kita dari digital ke 35 mili agar bisa tayang di bioskop. Kami berharap bisa menjaring 10 ribu co-produser," tambah Sammaria. "Jika semua berjalan sesuatu harapan, maka kira-kira April 'Demi Ucok' bisa dinikmati di bioskop."
(wk/)