Menanggapi tuntutan Aremania, manajemen Arema mengganti pelatih Wolfgang Pikal yang dinilai menyebabkan hasil imbang di laga ISL Arema kontra Persiram.
- Tim WowKeren
- Kamis, 05 Januari 2012 - 15:31 WIB
WowKeren - Hasil imbang 2-2 saat Arema Indonesia melawan Persiram Raja Ampat dalam laga Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, 4 Januari, membuat suporter Aremania berang. Segera setelah pertandingan, mereka langsung melakukan unjuk rasa di depan kantor Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan Malang.
Dalam demo, Aremania menuntut agar pelatih Arema, Wolfgang Pikal, dipecat karena tak becus membawa tim asuhannya meraih kemenangan. Manajemen langsung mengiyakan tuntutan tersebut. Namun mengingat jasa Pikal, pelatih asal Wina itu tak langsung didepak begitu saja.
"Saat menjamu Sriwijaya FC nanti, Wolfgang Pikal sudah tidak menangani Arema lagi," kata Manajer tim Arema Indonesia, Sunaviv Raindrata. "Manajemen memang sudah berencana melakukan perombakan, termasuk mengangkat Wolgang Pikal jadi direktur teknik. Ini sebagai respon manajemen terhadap reaksi Aremania yang menginginkan Arema berprestasi," kata Direktur PT. Arema Indonesia, Ruddy Widodo, menimpali.
Sejauh ini, pengganti Pikal belum terungkap. Namun Sunaviv memastikan pihaknya telah menyiapkan pelatih untuk menukangi Arema saat laga kandang ketiga atau pertandingan kelima di ISL.
Sementara itu, pihak Persiram Raja Ampat juga tak kalah kesal dengan tim Arema. Mereka menuding wasit Jerry Ali telah melakukan kebodohan.
"Banyak keputusan wasit yang merugikan. Wasitnya bodoh. Ya, kalau bodoh beneran masih mending," kata Pelatih Persiram, Bambang Nurdiansyah. "Yang justru repot itu kalau pintar tapi berlagak bodoh. Ini susah."
Bambang menyalahkan Jerry yang memberikan kartu merah pada Bomsong setelah pemain asing itu berkelahi dengan rekan satu timnya, Sakai. Menurut Bambang, kartu merah itu tak wajib diberikan karena bukan insiden antar Persiram dengan Arema.
Bukan hanya dikritik, Jerry juga sempat ditanduk oleh Bomsong yang kesal karena mendapat kartu merah. Akibatnya, wajah wasit asal Bogor itu menjadi lebam.
(wk/)