La Nyalla Marah Karena Kepengurusan PSSI Jatim Dibekukan
SerbaSerbi

La Nyalla menuding PSSI pusat telah melanggar aturan karena SK pembekuan kepengurusan itu diputuskan tidak sesuai dengan kesepakatan semua anggota komite eksekutif.

WowKeren - Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, merasa gusar dengan putusan pembekuan kepengurusan organisasi binaannya, PSSI Jatim, Jumat (27/1). Ketua Umum Pengprov PSSI Jatim ini menilai hal tersebut melanggar pasal 38 statuta dan cacat hukum karena diputuskan melalui rapat komite eksekutif yang tidak kuorum.

"SK pembekuan itu merupakan hasil keputusan rapat Exco, 10 Januari 2012," kata La Nyalla. "Saya berani memastikan kalau yang hadir saat itu kurang dari dua pertiga atau delapan Exco karena empat anggota sudah tidak mengakui PSSI."

La Nyalla juga menegaskan bahwa kedaulatan Pengprov PSSI Jatim berada di tangan anggotanya (38 pengcab dan 57 klub), sehingga tidak bisa dibekukan secara sepihak. "Ini masalah harga diri orang Jawa Timur dan kami akan mengumpulkan seluruh anggota untuk menyikapi masalah ini. Djohar Arifin dan kroninya yang telah banyak melanggar statuta harus lengser," kata La Nyalla.


Ketua Bidang Kompetisi Pengprov PSSI Jatim Rosyid Madani menambahkan, pengganti La Nyalla, Walikota Malang Peni Suparto, akan mendapat perlawanan dari anggota PSSI Jatim. "Kami akan mengumpulkan seluruh anggota pada Minggu (29/1) untuk mengadakan pertemuan dan menyikapi pembekuan ini, Yang jelas, PSSI Jatim dukung KLB," kata Rosyid.

Jumat kemarin, PSSI Pusat secara resmi membekukan kepengurusan Pengprov PSSI Jawa Timur periode 2011-2015 dan menunjuk Walikota Malang Peni Suparto sebagai "caretaker" yang menggantikan posisi La Nyalla Mahmud Mattalitti. Pembekukan itu dituangkan melalui Surat Keputusan PSSI Nomor: Skep/09/JAH/I/2012 tertanggal 24 Januari 2012, yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Djohar Arifin.

Alasan pembekuan itu terkait dengan pemecatan La Nyalla sebagai anggota Exco, akhir tahun lalu. Bersama dengan tiga rekannya, Toni Apriliani, Erwin D. Budiman dan Roberto Rouw, La Nyalla dituding melanggar aturan dan diberhentikan serta dilarang ikut serta dalam kepengurusan organisasi ataupun kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait