Kapolda mengusulkan pihak Aldi untuk berdamai namun pihak Aldi menolak karena merasa memiliki bukti-bukti untuk meneruskan kasus perselingkuhan Zumi - Peni ke pengadilan.
- Tim WowKeren
- Minggu, 12 Februari 2012 - 12:03 WIB
WowKeren - Sejak Bernaldi Kadir Djemat alias Aldi dijadikan tersangka dan ditahan di Polres Jakarta Selatan pada Selasa (7/2), atas dugaan penganiayaan ringan terhadap Rudi, sekretaris ibunda Peni Fernita Saputri, pihak kuasa hukum terus mengupayakan penangguhan penahanan.
Bahkan orang tua Aldi, Kadir Djemat sempat mendatangi Kapolda Metro Jaya, Untung S Rajab, Jumat (10/2). Alih-alih penangguhan penahanan Aldi dikabulkan, sebaliknya Kapolda malah menggebrak meja.
"Begini Pak Kadir Djemat datang ke Kapolda, sebagai orang tua meminta penangguhan penahanan karena anaknya tidak patut ditahan, ingin proses hukum berjalan, namun apa yang terjadi Kapolda gebrak meja," ujar kuasa hukum Aldi, Humphrey R Djemat saat jumpa pers di Polres Jakarta Selatan, Sabtu (11/2).
Humphrey menambahkan, "Kapolda mau memberikan penangguhan kecuali mau berdamai, kemudian ayah Aldi bilang kita tidak mau berdamai, karena merasa punya bukti," lanjutnya.
"Kita melihat Kapolda sudah sangat tidak objektif, karena kenapa Kapolda selalu minta damai kepada pihak Aldi, sedangkan Kapolda hanya mendengar satu pihak dari perkataan Zumi Zola dan bapaknya Zumi," pungkas Humphrey.
Menanggapi kasus perselingkuhan, pihak Aldi ngotot tidak mau berdamai. Alasannya mereka punya bukti kuat. Bukan hanya foto-foto yang telah dibeberkan ke publik namun juga foto persetubuhan Zumi Zola dan Peni Fernita.
"Kapolda memiliki itikad baik, tapi jangan mengotot minta damai dong. Kapolda bukan kuasa hukum, Kapolda itu penegak hukum, kita punya bukti persetubuhan mereka" tegas Humphrey Djemat.
Humphrey menambahkan bahwa bukti yang dia miliki bukan abu-abu alias tidak jelas. "Kalau saya kasih bukti ini bagaimana (sambil menunjuk ke map warna biru yang menurutnya berisi foto persetubuhan Zumi Zola dan Peni). Kami belum mau membuka sekarang," sambungnya. "Jangan coba-coba mendekati kekuasaan, ini bukan abu-abu."
Menyoal kapan foto-foto tersebut akan dibeberkan ke publik, pihaknya masih menunggu momentum yang tepat. "Ada momentum, nanti akan kita berikan dalam bentuk yang keseluruhan," tutup Humphrey.
(wk/)